"Kami juga memberikan edukasi mengenai efek jika adanya peningkatan kadar kolesterol dimana agar minimal tiap 3 bulan sekali, terutama bagi para lansia yang memiliki penyakit penyerta lain seperti hipertensi dan diabetes agar dapat memeriksakan diri ke dokter fasilitas layanan primer terdekat untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan,” ujar dr. Juwita.
Bakti kesehatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung berupa mengontrol kolesterol para lansia, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat, yaitu dengan memfasilitasi masyarakat yang kurang mampu untuk memperoleh akses terhadap kesehatan yang layak.
Diharapkan pelayanan bakti kesehatan ini dapat membantu mengurangi masalah Kesehatan khususnya lansia warga Banjar Puseh untuk pencegahan kejadian penyakit jantung coroner dan stroke akibat kolesterol yang tidak terkontrol.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya nyata dalam meningkatkan kesehatan di kalangan masyarakat, serta menunjukkan betapa pentingnya saling berbagi dan membantu sesama dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera.










