SEMARAPURA-Fajar Bali, Rumah warga di pesisir Pantai Monggalan, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung kian tergerus abrasi. Ironisnya, sedikit demi sedikit warga sudah mengungsi secara mandiri. Mereka memutuskan pindah ke rumah kerabat yang dinilai lebih aman.
Pantauan di lokasi, Kamis (22/1/2026), pesisir Pantai Monggalan yang biasanya ramai dengan aktivitas penyeberangan barang ke Nusa Lembongan terlihat sepi. Rupanya sejak tiga hari lalu, pelabuhan tradisional tersebut tak beroperasi lantaran cuaca buruk.
Sementara warung dan rumah warga di pesisir pantai yang sebelumnya selalu ramai, kini hanya tersisa puing-puing saja. Dewa Ketut Oka Suwati salah seorang pemilik warung bercerita, sejak satu bulan lalu rumah beserta warung miliknya sudah hancur. Rumah yang dulu berdiri kokoh, sekarang tak bisa ditempati lagi. Sehingga sejak Rabu (21/1/2026) sore, keluarga Dewa Ketut Oka memutuskan untuk pindah ke rumah kerabatnya yang berlokasi cukup jauh dari pantai.
Nasib yang sama juga dialami oleh Ketut Sukerta dan istrinya Dewa Ayu Nyoman Dewi. Keluarga Ketut Sukerta yang terdiri atas 7 orang tersebut sudah 12 tahun lamanya tinggal di pesisir Pantai Monggalan. Bahkan, setahun yang lalu, Ketut Sukerta harus meminjam uang untuk biaya membangun rumah. Sayangnya, saat hutang belum terlunasi, rumah mereka sudah terus terendam air laut.
"Dari kemarin kami pindah, walau belum punya tempat tinggal tetap. Kami tinggal sementara dengan saudara," ungkapnya seraya mengatakan di sebelah timur juga ada empat rumah lagi yang terancam tergerus ombak.
Di hari itu, petugas BPBD Kabupaten Klungkung juga terlihat terjun ke lokasi. Mereka melakukan mitigasi bencana, dengan menebang pohon ketapang di kawasan Pantai Monggalan. Hal itu dilakukan mengingat posisi pohon yang sangat berbahaya, karena berada di sebelah barat rumah milik Ketut Sukerta. Dikhwatirkan, jika pohon diterjang ombak, maka rumah Ketut Sukerta akan ikut terdampak. W-019










