Wanita Nyaris Melahirkan di Tanah Lapang Dirawat Intensif, Anak Pertama Dititipkan di Polres Badung

(Last Updated On: 13/05/2019)

MANGUPURA-fajarbali.com | Perempuan muda yang nyaris melahirkan di tanah lapang depan SMK Pariwisata Mengwitani, Sabtu (11/5) lalu masih menjalani perawatan intensif di RSD Mangusada, Kabupaten Badung.

Kondisi perempuan bernama Karina Lisiana, 35, berangsur-angsur membaik. Pihak rumah sakit berencana melakukan observasi khusus untuk mengetahui apakah pasien mengalami trauma atau tidak.

“Kondisinya sudah stabil. Tindaklanjut ibunya tinggal penyembuhan saja. Sedangkan bayinya yang lahir premature diusia kandungan 7 bulan dengan berat 1,9 kg masih kami rawat intensif,” terang Kepala Bidang Pelayanan RSD Mangusada Kabupaten Badung, dr Made Nurija, Senin (13/5) kemarin.

Menurut dr Nurija, walau kondisi sang ibu sudah stabil, belum bisa banyak diajak berkomunikasi oleh petugas medis. Alhasil, pihak rumah sakit pun kesulitan mengorek informasi secara detail. Hingga kemarin pun belum ada dari pihak keluarga yang membesuk. “Belum ada keluarga yang datang. Dibilang orang tuanya sudah meninggal,” ungkapnya.

Disinggung apakah pasien mengalami trauma, dr Nurija belum bisa menyimpulkan. “Kami akan lakukan observasi dulu. Kalau ada (trauma) maka tentu akan ditangani oleh psikiater,” tegasnya.

Untuk masalah biaya, pihak rumah sakit sendiri masih berkoordinasi dengan instansi terkait, baik dari Dinas Sosial maupun Dinas Kesehatan. “Ada program Jampersal (Jaminan Persalinan) dari kementerian. Tapi kendalanya alamat di sini kita belum dapat sampai sekarang,” aku dr Nurija. “Tapi saat ini walau kami masih bingung siapa yang biayai, sebagai rumah sakit kami tetap menjalankan tugas dan fungsinya memberikan pertolongan dan perawatan,” imbuhnya.

Sementara, anak laki-laki yang bersama Karina Lisiana, saat ini masih dititipkan di Unit Laka, Satlantas Polres Badung. Anggota kepolisian pun selama 24 jam bergantian menjaga. “Syukurnya, anaknya tidak rewel. Cuma anaknya saya ajak berbahasa Indonesia tidak ngerti, anaknya hanya menggunakan bahasa Sunda. Ditanya nama, dibilang tidak punya nama,” kata Kanit Laka Polres Badung Iptu I Made Sujana.

“Pernah sekali minta ketemu Ibunya, saat terbangun dari tidur. Tapi setelah dikasih tahu ibunya masih di rumah sakit, tidur lagi. Kalau masalah makan gampang, anak seusianya kan biasanya disuapin, ini tidak, dia makan sendiri,” terang Sujana lagi.

Dengan alasan memudah memanggil bocah yang diperkirakan berusia 4 tahun itu, jajaran Unit Laka Satlantas Polres Badung memanggilnya dengan sebutan Putu Zebra. “Karena dibilang tidak punya nama, di sini lah kami untuk sementara memanggil Putu Zebra. Mungkin yang tidak berkenan kami mohon maaf, ini supaya kami gampang memanggilnya,” tandasnya. (put)

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Rawan Tumbang, Pohon di Kawasan Hutan Kintamani Dipangkas

Sen Mei 13 , 2019
Dibaca: 3 (Last Updated On: 13/05/2019)BANGLI-fajarbali.com | Lantaran kembali rawan tumbang, pohon dikawasan hutan Kintamani, tepatnya dijalur Suter-Penelokan dilakukan pemangkasan oleh BPBD Bangli dengan melibatkan jajaran terkait, Senin (13/05).  Save as PDF

Berita Lainnya