DENPASAR-fajarbali.com | Puncak Dies Natalis ke-44 Universitas Mahasaraswati (Unmas) tahun 2026 ini terasa spedial karena dihariri langsung Wakil Menteri (Wamen) Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Diktisaintek) Prof. Dr. H. Fauzan, M.Pd.
Dalam acara yang berlangsung di Auditorium Saraswati, Minggu (8/3/2026) tersebut, Prof. Fauzan menyampaikan materi mengenai Transformasi Tata Kelola Tridharma Pendidikan Tinggi sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat kualitas dan daya saing perguruan tinggi di Indonesia.
Wamen Diktisaintek menekankan Pentingnya Konsolidasi dalam Pengembangan Perguruan Tinggi, Pendidikan Bermutu sebagai Kunci Kemajuan Bangsa, Bonus Demografi dan Peran Mahasiswa, Data Sosial Pendidikan dan Pengangguran, Tanggung Jawab Akademisi terhadap Masalah Sosial, dan Problematika Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menyangkut Masalah Mutu, Akses, dan Relevansi.
Kehadiran Prof. Fauzan menjadi motivasi tersendiri bagi pimpinan Unmas untuk meningkatkan dampak positif bagi pembangunan bangsa bahkan ke kancah internasional, khususnya melalui hasil riset sivitas.
Rektor Unmas Denpasar Prof. Dr. I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa, S.H., M.Hum., menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang Unmas Denpasar yang telah mencapai usia ke-44 tahun.
Rektor menegaskan bahwa berbagai capaian yang diraih oleh Unmas hingga saat ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh sivitas akademika, dukungan yayasan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
Eks Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali ini menambahkan, Dies Natalis ke-44 merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
"Kami semakin menegaskan komitmen mewujudkan konsep kampus berdampak, yaitu perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui inovasi, riset yang aplikatif, serta berbagai program pengabdian yang berkelanjutan," kata rektor.
Prof. Lanang Perbawa mengajak jajarannya untuk senantiasa berinovasi di tengah gencarnya era digitalisasi dan Artificial Intelegensi (AI). Dua hal itu sudah dan terus diselipkan pada setiap program studi yang ada di Unmas.
Ketua Yayasan P.R Saraswati Pusat Denpasar, Tjok. Istri Sri Ramaswati, S.H., M.M., menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur institusi yang menjadi fondasi berdirinya Unmas.
Tjok Sri Ramaswati berharap agar seluruh sivitas akademika terus menjaga semangat kebersamaan, integritas, serta komitmen dalam membangun universitas yang berkualitas dan berdaya saing.
"Perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat," kata Tjok Sri Ramaswati.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII, Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., IPU., ASEAN.Eng. menyampaikan apresiasi atas kontribusi Unmas Denpasar dalam pengembangan pendidikan tinggi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.
"Unmas Denpasar telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam meningkatkan mutu akademik serta memperluas kontribusi kepada masyarakat melalui berbagai program tridharma perguruan tinggi," ujar Eratodi.
Usia 44 tahun ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang universitas dalam mengabdi di bidang pendidikan tinggi sekaligus memperkuat komitmen untuk terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang unggul, inovatif, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sebelum prosesi puncak, telah dilaksanakan rangkaian panjang melibatkan seluruh sivitas akademika serta masyarakat luas. Seperti aksi sosial berupa donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, serta layanan konsultasi dan promosi dari beberapa fakultas.
Berbagai perlombaan internal yang diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan turut meramaikan dies tahun ini. Adapun mata lomba, yakni karaoke, lomba busana adat, lomba master of ceremony (MC), serta lomba tarik tambang.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi yang sehat, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan dan kekeluargaan.
Dari sisi spiritual, dilaksanakan juga Dharma Yatra ke Pura Ulun Danu Beratan dan Pura Ulun Danu Buyan. Dalam kegiatan tersebut, seluruh peserta turut melaksanakan prosesi pekelem sebagai wujud rasa syukur serta doa bersama demi keharmonisan dan keberlanjutan perjalanan insitusi pendidikan tinggi terakreditasi Unggul pertama di Bali tersebut.
Kegiatan spiritual ini menjadi bagian penting dalam menjaga nilai-nilai budaya dan spiritualitas yang menjadi salah satu karakter khas institusi.
Karena berdekatan dengan momentum Nyepi, Dies Natalis ke-44 turut melombakan karya ogoh-ogoh yang diikuti oleh Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Bali.
Lomba ini menjadi wadah kreativitas generasi muda sekaligus bentuk nyata pelestarian seni dan budaya Bali. Selain itu, kegiatan olahraga turut mewarnai rangkaian Dies Natalis melalui turnamen futsal memperebutkan Rektor Cup, yang diikuti oleh SMA dan SMK se-Bali dan berlangsung dengan penuh semangat sportivitas. (rel)
Â










