Kadis Pariwisata Kota Denpasar, Luh Putu Ryastiti mengatakan bahwa pelaksanaan Denpasar Festival selama 4 hari ini turut didukung oleh 30 grup musik dan 450 orang untuk pendukung pementasan budaya dengan diantaranya terdapat pementasan Tari Kathak dari Konsulat Jenderal India serta Tari Seka Kamoro, Mimika, Papua Tengah. Berbagai macam acara interaktif turut mengisi rangkaian acara di Denpasar Festival, diantaranya Workshop dan Lomba Fotografi, Parade Merangkai Bunga, hingga Parade Ngelawar.
Ryastiti menambahkan, sebagai salah satu festival yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui sinergi ekonomi kreatif, Denpasar Festival turut menghadirkan 190 UMKM unggulan baik itu produk kategori Kuliner dan Kopi, serta Kriya, Fesyen dan Agro yang sebelumnya telah melalui proses kurasi oleh lembaga profesional.
“Denpasar Festival ke-17 menjadi bukti nyata bagaimana sebuah kota dapat mempertahankan jati dirinya sembari terus berkembang. Festival ini menjadi kesempatan emas untuk merasakan pengalaman budaya yang autentik sekaligus menikmati hiburan kekinian yang memukau. Tema yang kini mewarnai pelaksanaan Denpasar Festival ini menjadi penuntun bagi kreatvitas yang membawa kilau bagi Kota Denpasar, ayo berkunjung dan berbelanja di Denfest pada 22-25 Desember mendatang,” ujar Riyastiti.
Sementara, Founder Naluri Manca, Ida Bagus Eka Harista menjelaskan bahwa Ianugurasi Surya Chandra merupakan sebuah karya yang menggambarkan perjalanan menuju kemenangan gemilang melalui harmoni antara kekuatan dan kelembutan, ambisi dan kebijaksanaan. Kisah ini terinspirasi oleh mitologi Surya (matahari) dan Chandra (bulan), dua entitas yang berbeda namun saling melengkapi untuk menciptakan cahaya yang menyinari semesta.










