Dalam pertanian, sudah tentu pendistribusian produk pertanian menjadi momok menakutkan bagi seorang Petani. Seringkali hal tersebut menjadi kekhawatiran bagi sebagian besar Petani, bukan hanya di Tabanan, tetapi juga Bali. Sehingga produk pertanian mereka sering menjadi incaran para tengkulak (pihak ketiga) yang berusaha mencari untung.
Namun Sanjaya menekankan, tidak perlu takut dan menghawatirkan masalah distribusi produk pertanian. Karena Pemerintah Kabupaten Tabanan telah memilki BUMDes yang bersinergi dengan BUMDa, Perusahaan Daerah Dharma Santika, yang akan membeli dan menyalurkan produk-produk pertanian masyarakat. Sehingga tidak perlu khawatir lagi, jika nantinya dipermainkan tengkulak.
"Pemerintah Provinsi Bali, melalui Gubernur, Pak Koster, juga telah mengeluarkan Pergub tentang hasil pertanian Bali. Sehingga Pemerintah sangat komit dan peduli terhadap Petani. Nantinya Kelompok Tani ini diusahakan agar terpola dengan BUMDes dan BUMDa, sehingga tidak ada kekhawatiran lagi apabila over suplay," jelasnya.
Kelompok Tani Tegal Harum dikukuhkan oleh Wabup Sanjaya, ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 3 kali. Kelompok Tani tersebut bergerak di bidang Pertanian, seperti, Tani Ternak Babi, Sapi, dan bertani Sayur mayur, yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat Bali, khususnya Tabanan.
I Made Yunarta, selaku Ketua Kelompok Tani Tegal Harum berharap dengan kehadiran Wabup Sanjaya dan Ny. Putri Suastini Koster, serta undangan lainnya, bisa memberikan arahan dan wejangan. Sehingga kelompok tani pihaknya mempunyai visi dan misi yang sama, baik dengan Pemerintah Daerah maupun dengan Pemerintah Provinsi Bali. (kdk)










