Wajah Baru di Usia 53, ITDC Geber Rejuvenasi Infrastruktur Kawasan The Nusa Dua

Direktur-Operasi-ITDC-Troy-Warokka
Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka (kiri) didampingi General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika.

MANGUPURA-fajarbali.com | Di tengah ketidakpastian situasi geopolitik global yang membayangi industri pariwisata dunia, kawasan The Nusa Dua di Bali justru menunjukkan resiliensi yang luar biasa. Destinasi premium yang dikelola oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) ini melaporkan performa okupansi yang stabil bahkan cenderung positif.

Stabilitas ini menjadi bukti kuat bahwa daya tarik Bali, khususnya kawasan Nusa Dua sebagai destinasi aman dan eksklusif, tetap menjadi pilihan utama bagi wisatawan mancanegara meskipun terdapat fluktuasi ekonomi dan politik internasional.

Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak ingin terlena dengan tren positif tersebut. Sebagai langkah strategis jangka panjang, ITDC sedang gencar melaksanakan program rejuvenasi atau peremajaan kawasan untuk memastikan The Nusa Dua tetap kompetitif di level global.

"Setelah sekian lama, kini Nusa Dua menghadirkan wajah baru yang lebih segar dan modern tanpa meninggalkan identitas budayanya. Fokus utama pengembangan saat ini menyasar area Pulau Peninsula, yang meliputi pemasangan batu andesit hingga penataan akses jalan yang ditargetkan rampung pada Juni mendatang," ujar Troy.

Peningkatan kualitas infrastruktur ini tidak hanya menyasar aspek estetika, tetapi juga fungsi dan mitigasi lingkungan. Salah satu poin krusial yang sedang dikerjakan adalah penanganan abrasi pantai melalui peninggian permukaan tanah di area terdampak.

Langkah ini dilakukan secara maraton untuk memastikan seluruh fasilitas penunjang, termasuk akses hotel-hotel baru yang akan beroperasi, memiliki standar keamanan dan kenyamanan maksimal. Selain itu, pembaruan fasilitas publik seperti area parkir dan toilet umum juga diperbaiki demi memenuhi ekspektasi tinggi wisatawan internasional.

General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menambahkan bahwa data kunjungan year-on-year hingga Maret masih menunjukkan tren pertumbuhan yang menggembirakan. Meskipun harga tiket pesawat melambung dan frekuensi penerbangan ke Bali mengalami penurunan, arus wisatawan ke Nusa Dua tidak tergerus signifikan. “Segmen pasar mancanegara yang mencakup 80 persen dari total tamu lebih tahan banting terhadap isu geopolitik dibandingkan segmen domestik. Saat ini, pasar Australia masih mendominasi, disusul oleh Rusia dan China yang terus menunjukkan minat tinggi,” bebernya.

BACA JUGA:  Discovery Kartika Plaza Hotel Dinobatkan sebagai “Bali’s Leading 5-Star Hotel” pada Bali Tourism Awards ke-10 Tahun 2025

Meski demikian, manajemen tetap waspada memantau perkembangan data bulan April untuk melihat dampak langsung dari dinamika global terbaru. Ada optimisme bahwa jika kondisi global memanas, wisatawan domestik yang awalnya berencana ke luar negeri akan mengalihkan destinasi liburan mereka ke dalam negeri, dengan Bali sebagai pilihan utama. Karakteristik Nusa Dua yang tenang, tertata rapi dengan taman-taman asri, serta kental dengan arsitektur khas Bali menjadi nilai jual unik yang sulit digantikan oleh destinasi pesaing lainnya di kawasan Asia Tenggara.

Transformasi ini terasa kian spesial mengingat The Nusa Dua akan merayakan hari jadinya yang ke-53 pada Oktober mendatang. Momentum usia emas ini dijadikan semangat bagi pengelola untuk memperkuat posisi kawasan sebagai pusat pariwisata berkelanjutan yang mengedepankan pengalaman outdoor seperti jogging dan berjalan kaki di lingkungan yang terintegrasi. Dengan sinergi antara pembaruan fisik dan layanan prima, ITDC optimis The Nusa Dua akan terus menjadi lokomotif pariwisata berkualitas yang mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top