“Peningkatan kunjungan tersebut menjadi lahan yang sangat fantastis dan Sangat menjanjikan. Jika dilihat dari fasilitas akomodasi, kamar yang tersedia di Bali sekitar 146 ribu, jika asumsi tingkat hunian mencapai 80%, Bali bisa seperti rencana tahun sebelumnya mampu menampung hingga 8,2 juta wisatawan. Namun semenjak merebaknya pandemic Covid19, Bali yang bertumpu pada pariwisata paling terdampak, catatan BI pertumbuhan ekonomi Bali saat ini minus 1,24%, yang terburuk yang pernah dialami Bali karena 70% PDRB Bali tergantung pada pariwisata, “ kata Wagub Cok Ace.
Ditengah terpuruknya ekonomi Bali, Pemerintah bersama masyarakat Bali berhasil mengendalikan dan menangani penyebaran Covid19 dengan baik. Fase peningkatan penyebaran sudah terlewati, saat ini Bali sudah memasuki fase landai dimana tingkat kesembuhan sudah mulai lebih banyak daripada yang terjangkit.
“ Guna membangun kembali wisata Bali, perlu memperhatikan trend pariwisata pasca Covid19. Semisal selama penyebaran wabah, masyarakat dikota-kota besar selama sekian bulan dipaksa oleh keadaan untuk melaksanakan work from home (WFH), belajar dari rumah dan pembatasan lainnya yang cenderung membuat jenuh dan perasaan tertekan karena hanya berada dilingkungan rumah. Hal ini pun menimbulkan keinginan baru pada masyarakat dikota-kota besar untuk dekat dengan alam, tinggal di villa-villa pedesaan, berwisata alam, yang sudah barang tentu menjadi harapan bagi sektor pariwisata,” “ kata Wagub Cok Ace.










