“Pemerintah membuat skema dan regulasi terkait pelestarian alam dan budaya, masyarakat berpartisipasi menjalankannya. Mari kita bersama-sama berbuat secara sekala dan niskala,” tuturnya seraya berharap agar yadnya yang telah dilakukan akan memberi kesejahteraan serta keselamatan baik kepada krama Desa Adat Antiga pada khususnya dan masyarakat Bali pada umumnya.

Manggala Karya Made Taman melaporkan sebelumnya mengatakan bahwa upacara ini sudah dipersiapkan sejak lima tahun yang lalu. Namun terkendala oleh pandemi Covid-19, sehingga upacara menjadi mundur dan baru bisa dilaksanakan sekarang.
Ia pun melanjutkan bahwa pura tersebut disungsung oleh sekitar 350 KK warga Pande, dan pelaksanaan upacara ini berkat semangat gotong royong warga Pande.
Ia merinci, rentetan acara sudah mulai dari tanggal 5 April yang lalu, yaitu Penegtegan yang juga bertepatan dengan purnama kedasa serta Upacara Betara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih.
Untuk Rsi Gana sendiri sudah dilaksanakan pada tanggal 29 April kemarin bertepatan dengan rahina Tumpek Wayang, tanggal 1 Mei dilanjutkan dengan melasti di Pantai Pengalot dan tanggal 2 Mei Mepada Wewalungan. (Gde)










