Dalam sambutannya, Wabup Suiasa menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap keberhasilan penyelesaian proyek ini. Ia menyebutkan pentingnya prinsip Good Governance dalam tata kelola pemerintahan, di mana pemerintah tidak hanya berperan sebagai birokrat, tetapi juga harus memiliki wawasan kewirausahaan untuk membangun kolaborasi yang produktif dengan sektor swasta. “Saya merasa bersyukur bahwa di penghujung masa bakti saya sebagai Wakil Bupati Badung, proyek ini akhirnya dapat terwujud setelah direncanakan sejak tujuh tahun lalu. Keberhasilan ini adalah bukti nyata dari kerja sama yang solid antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta. Pemerintahan yang baik harus memiliki semangat kewirausahaan, yang tidak hanya berorientasi pada regulasi tetapi juga mampu menjalin sinergi dengan dunia usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor ITS, Prof. Bambang Pramujati, mengungkapkan bahwa pendirian Teaching Factory "Baliss" merupakan langkah maju dalam penguatan ekosistem pendidikan berbasis industri. Teaching Factory "Baliss" akan menjadi pusat inovasi dalam pengolahan air minum, dengan menerapkan teknologi terbaru dalam pemurnian air. “Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Teaching Factory ini. Fasilitas ini akan menjadi wadah bagi mahasiswa, tidak hanya dari ITS tetapi juga dari berbagai perguruan tinggi lainnya, khususnya di Badung, untuk mendapatkan pengalaman langsung dalam proses produksi air minum dalam kemasan. ITS telah mengembangkan teknologi membran generasi baru untuk proses filtrasi air. Dengan adanya Teaching Factory ini, kita memiliki kesempatan untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas air kemasan yang diproduksi, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang aplikatif bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, baik teknik maupun non-teknik,” jelasnya.










