“Bagi sektor pembiayaan, Bali itu potensial karena budaya masyarakatnya yang mengakses pembiayaan, orang malu kalau tidak bayar,” ucapnya.
Sementara itu, di kawasan Bali dan Nusa Tenggara realisasi pembiayaan UMi mencapai Rp1,85 triliun dengan total debitur mencapai 496 ribu debitur sejak 2017-2023.
Sedangkan secara nasional, Badan Layanan Umum (BLU) Kemenkeu itu mencatat realisasi pembiayaan UMi 2017-2023 mencapai total Rp33,4 triliun dengan debitur mencapai 9,1 juta debitur melibatkan 72 penyalur LKBB yang menjangkau 509 dari 514 kabupaten dan kota seluruh Indonesia. (Gde)










