UPMI Bali Rawat Budaya Akademik, Kupas Analisis Instrumen Penilaian Berdasarkan Teori Tes Klasik dan Modern

UPMI 1

Terkait tema kuliah umum, ia menilai tranformasi digitalisasi memang sebuah keniscayaan di semua bidang kehidupan termasuk dunia pendidikan. Untuk itulah kuliah umum ini digelar agar dosen-dosen dan mahasiswanya adaptif dengan perkembangan IT, bukan malah menghindarinya dengan berbagai alasan.

“Classical Test Theory (CTT) lebih sederhana, sedangkan teori modern melalui Item Response Theory (IRT) lebih cocok untuk aplikasi yang membutuhkan analisis mendalam dan hasil yang lebih akurat,” jelasnya. 

Di UPMI  yang mengembangkan Kurikulum Merdeka berbasis OBE. Di mana luarannya, maka outcome UPMI langsung terserap. “Tidak lagi belajar di mana nantinya mereka bekerja. OBE ini juga baru, dan kami telah menyikapi dengan mengundang pakar sebagai narasumber,” tuturnya.

Setelah OBE, lanjut dia, dalam pembelajaran akan dilanjutkan dengan evaluasi. “Nah untuk itulah kami mengundang pakar evaluasi. Ini untuk memberikan pencerahan dalam menyikapi era sekarang ini. Jadi kami menjaga eksistensi akademik kami,” pungkasnya.

Kuliah umum itu mendapatkan dukungan penuh dari Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, SH., MH., M.Pd. Bahkan ketua badan hukum yang menaungi UPMI Bali hadir langsung dalam kegiatan.

“Kami di yayasan sifatnya mendukung, baik dari infrastruktur dan akademik. Apapun itu asalkan bermanfaat untuk institusi pasti kami dukung. UPMI Bali harus terus lebih baik dari tahun ke tahun,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top