Dari kegiatan ini diharapkan berbagai isu penting akan dibahas, termasuk pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas pengajaran, dan kerjasama antara akademisi dan industri. Sinergi antara semua pihak terkait adalah kunci untuk mencapai pendidikan arsitektur yang unggul dan terpercaya.
"Semoga diskusi-diskusi yang berlangsung dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang bermanfaat dan aplikatif, serta mendorong kemajuan dalam pendidikan arsitektur di Indonesia," ungkapnya.
Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Prof. Dr. Drs. AA Gede Oka Wisnumurti, M.Si., menyambut hangat para delegasi yang hadir langsung ke kampus Unwar. Menjadi tuan rumah rakernas APTARI, kata Prof. Wisnumurti, bukanlah hal yang mudah.
Keputusan Unwar menjadi tuan rumah telah melewati diskusi panjang para anggota pada Rakernas II di Jakarta tahun 2021 lalu. Status tuan rumah secara tidak langsung menjadi ajang memperkenalkan Unwar, khususnya Fakultas Teknik dan Perencanaan ke panggung nasional.
Pada kesempatan yang sama, I Wayan Serinah juga menyatakan dukungan Pemprov Bali terhadap kegiatan level nasional ini. Meski demikian, dia menitip pesan bahwa perkembangan dunia arsitektur tetap memperhatikan kearifan lokal.
Terlebih Bali sebagai destinasi pariwisata dunia yang terkenal dengan budaya termasuk budaya arsitekturnya, wajib dipertahankan. Peran arsitektur juga sangat besar terhadap pembangunan Bali. Di sinilah tantangan bagi para arsitektur.
"Bali dan arsitektur adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Meski arsitektur sudah berkembang dan modern, kami harap unsur "ke-Bali-annya" tetap dipertahankan untuk bangunan-bangunan di Pulau Dewata," harapnya.










