Unwar Gelar International Conference CAITEC 2026, Dorong Ketahanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan

IMG-20260814-WA0019
Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi (FPST) Unwar menyelenggarakan The International Conference on Agricultural Innovation and Ecotourism Environment (CAITEC) 2026, Jumat (14/8/2026), bertempat di Hotel Prama Sanur, Denpasar. [Foto: IGA. Adnyana]

DENPASAR-fajarbali.com | Universitas Warmadewa (Unwar) melalui Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi (FPST) menyelenggarakan The International Conference on Agricultural Innovation and Ecotourism Environment (CAITEC) 2026, Jumat (14/8/2026), bertempat di Hotel Prama Sanur, Denpasar, Bali.

Mengusung tema “Improving Food Security Through Sustainable Agriculture and Ecotourism Practices in the Issue of Climate Change” atau Meningkatkan Ketahanan Pangan melalui Pertanian Berkelanjutan dan Praktik Ekowisata dalam Menghadapi Perubahan Iklim, konferensi ini menjadi forum akademik internasional untuk mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, serta praktisi dari berbagai negara dalam membahas tantangan ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan, ekowisata, dan perubahan iklim.

Kegiatan dibuka melalui rangkaian opening ceremony yang diisi dengan pemutaran video pembuka, tari penyambutan, doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari, 

Rektor Unwar yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik, Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Warmadewa, Dr. dr. Dewa Ayu Putri Sri Masyeni, Sp.PD-KPTI., dalam sambutannya menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi sekadar isu akademik, tetapi telah menjadi tantangan nyata yang dirasakan masyarakat, termasuk petani dan masyarakat pesisir.

Menurutnya, ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Cara manusia memproduksi pangan, mengelola lahan dan sumber daya air, hingga mengembangkan sektor pariwisata akan menentukan keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.

“Sebagai institusi yang memiliki visi ekowisata, Universitas Warmadewa meyakini bahwa kemajuan yang sesungguhnya tidak boleh dicapai dengan mengorbankan lingkungan maupun masyarakat,” ujar Sri Masyeni.

Ia menambahkan, CAITEC 2026 tidak hanya menjadi ruang pertukaran pengetahuan ilmiah, tetapi juga menjadi jembatan antara teori dan praktik. Melalui sesi presentasi, diskusi, parallel sessions, serta kegiatan pembelajaran berbasis lapangan, konferensi diharapkan mampu melahirkan pengetahuan, jejaring kolaborasi, dan komitmen untuk menghasilkan aksi nyata dalam menghadapi tantangan global.

BACA JUGA:  Bupati Tamba Coba Motor Listrik

Sementara itu, Ketua Yayasan Shri Kesari Warmadewa, Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si., dalam sambutannya menyoroti pentingnya ekowisata yang tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan alam sebagai destinasi wisata, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan antara alam, manusia, dan budaya.

Menurutnya, ekowisata perlu diarahkan pada pola kehidupan yang regeneratif dan selaras dengan alam, sekaligus memastikan kegiatan pariwisata memberikan kontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal.

“Ekowisata berarti menemukan cara untuk hidup secara regeneratif dan berdampingan dengan alam, sekaligus memastikan bahwa kegiatan pariwisata berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal,” ungkapnya.

The International CAITEC 2026 menghadirkan sejumlah pembicara utama dari berbagai negara, yakni Prof. Takuya Sugahara, Ph.D dari Ehime University, Jepang; Dr. Michael Van Keulen dari Murdoch University, Australia; serta Prof. Ir. Agung Suryawan Wiranatha, MSc., PhD. yang merupakan perwakilan dari Gubernur Bali.

Selain itu, konferensi juga menghadirkan invited speakers dari Amerika Serikat, Malaysia, Timor-Leste, dan Taiwan, di antaranya Justinus Satrio, Ph.D., Assoc. Prof. Ts. Dr. Aida Firdaus MN Azmi, Dr. Ir. Brigida Antonia Correia, M.Agri., IPM, serta Margo Sulistio, Ph.D.

Rangkaian CAITEC 2026 berlangsung selama dua hari, 14–15 Agustus 2026, dengan agenda meliputi keynote presentations and discussion, invited speakers’ presentations, presentasi ilmiah dalam sesi paralel, serta kegiatan field trip.

Melalui penyelenggaraan CAITEC 2026, Unwar menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi akademik internasional sekaligus mendorong lahirnya inovasi dan solusi berkelanjutan di bidang pertanian, ketahanan pangan, ekowisata, dan lingkungan dalam menghadapi perubahan iklim. [gde/rel]

 

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top