Prof. Antara mengatakan sampai saat ini Unud telah memiliki total 199 orang Guru Besar dan diyakini, angka ini akan terus bertambah ke depannya. Karena berdasarkan data yang dimiliki bagian SDM, saat ini Unud memiliki 1.369 orang Tenaga Pendidik PNS, 122 orang Dosen Tetap BLU dan 80 orang Dosen Kontrak. Ada 354 orang Lektor Kepala (26 %), 507 orang berjabatan Lektor (37 %), Asisten Ahli 192 orang (14 % ) dan 117 orang berstatus Tenaga Pengajar (9 %). Berdasarkan data tersebut, Unud memiliki 507 orang Lektor dan 236 orang Lektor Kepala yang telah memiliki ijazah S3.
“Dengan jumlah Lektor Kepala yang cukup besar, artinya kita punya potensi yang besar pula untuk semakin optimis menambah banyak jumlah Guru Besar di Universitas Udayana. Semoga pengukuhan Guru Besar hari ini juga menginspirasi para akademisi yang lain untuk segera menjadi Guru Besar,” ujar Rektor.
Dengan dikukuhkannya 8 Guru Besar ini, Prof. Antara mengatakan presentase Guru Besar yang dimiliki oleh Unud pada tahun 2023 adalah sebesar 15 persen. Hal ini sekaligus menunjukan bahwa Unud juga telah melampaui target dari Kementerian terkait jumlah minimal Guru Besar pada sebuah universitas, yakni 10 persen.
Adanya Guru Besar yang baru dikukuhkan, dan diikuti dengan adanya Guru Besar yang akan purna tugas, maka Unud terus mendukung dan mendorong para Lektor dan Lektor Kepala yang sudah memiliki Gelar Doktor atau Ijasah Doktoral agar segera berproses menuju ke Guru Besar. Sebab, semakin banyak Guru Besar yang dikukuhkan menunjukkan semakin banyak pakar yang dimiliki Unud dan semakin mengukuhkan Unud sebagai Universitas yang mampu menyiapkan calon-calon generasi penerus karena kualitas proses pendidikan dan kualitas para pendidiknya.










