Dirjen Bimas Hindu, Prof. Duija menyatakan kebanggaannya atas langkah inovatif yang diambil oleh Unhi. Menurutnya, adaptasi teknologi dalam proses pembelajaran adalah langkah menarik, dan NUHUN dilihat sebagai model pembelajaran cyber yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara merata di Indonesia.
Prof. Duija menyatakan harapannya agar NUHUN dapat berkolaborasi dengan perguruan tinggi keagamaan Hindu swasta di Indonesia, menciptakan akses pendidikan tinggi yang berkualitas dengan biaya terjangkau.
"Kita harapkan pada tahun 2025, dukungan infrastruktur dan jaringan dapat diberikan untuk memastikan semua dapat mengakses pembelajaran melalui Smart Classroom," tambahnya.
Ke depan, ia menegaskan seluruh pimpinan perguruan tinggi hindu, mulai kaprodi, dekan hingga rektor wajib memiliki sertifikat kepemimpinan. Sebab, ia melihat banyak pejabat di perguruan tinggi terlena dengan zona nyaman.
“Melihat tantangan ke depan, pemimpin tidak boleh orang biasa-biasa saja. Pemimpin harus orang luar biasa,” tegas Prof. Duija.
Sebagai dukungan, Dr. Drs. Dewa Ketut Budiana, M.Fil, selaku Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi, menyatakan keyakinannya bahwa program NUHUN dan Smart Classroom akan membantu merekrut mahasiswa baru dan meningkatkan bobot SDM Hindu di masa depan.
“Dengan langkah ini, Unhi Denpasar tidak hanya menunjukkan komitmen terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga membuka pintu akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi umat Hindu di seluruh Indonesia,” jelas dia. (gde)










