Buah atau daunnya bisa dimanfaatkan warga kampus dan masyarakat umum, jika ada keperluan, khususnya bahan upakara keagamaan. "Silakan petik buahnya, asal jaga kebersihan," pintanya.
Nyandra mengakui, mendapatkan bibit pohon langka tidak semudah membalik piring. Ia harus bolak-balik memesan ke dinas terkait dan mencari sendiri di pedagang bibit.
"Jangan sampai anak cucu kita nanti tidak tahu yang namanya juwet, badung dan pohon langka lainnya," imbuh pria yang pernah menjabat rektor di perguruan tinggi tersebut.
Kampus Undhira juga dilengkapi kolam yang kerap dimanfaatkan warga untuk menggelar lomba mancing, spot foto pra wedding hingga resepsi pernikahan.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Undhira Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA., menegaskan, lingkungan yang asri melahirkan rasa nyaman bagi Sivitas Akademika Undhira, sehingga mendukung iklim akademik di kampus.
"Misalnya kita habis kena macet di jalan. Stres. Lalu sampai di kampus, seperti masuk hutan seketika sejuk hati dan pikiran," kata rektor.
Senada dengan yayasan, dalam pembangunan infrastruktur, rektor memilih memanfaatkan lahan-lahan di areal samping agar tidak mengorbankan lahan hijau. Menurut rektor, Undhira telah terakreditasi UI Green Metric.
UI Green Metric atau disingkat UIGM, merupakan usaha berkelanjutan oleh kampus dalam menerapkan program dan kebijakan pada universitas dengan menggunakan konsep ramah lingkungan, ekonomi dan persamaan. (Gde)










