Dalam wawancara bersama media, Adi Arnawa didampingi Bagus Alit Sucipta menegaskan bahwa program bansos ini merupakan upaya Adicipta dalam mewujudkan kesejahteraan kepada masyarakat di Kabupaten Badung, tanpa melihat perbedaan suku, ras maupun agama.
Upaya ini juga dalam rangka menjaga kestabilan perekonomian, mengingat harga-harga bahan pokok akan melonjak menjelang hari raya keagamaan. Dengan cara ini pemerintah hadir untuk mencegah kenaikan inflasi.
"Kehadiran kami menunjukkan komitmen kami untuk menyerahkan bantuan sosial secara simbolis terkait dengan bantuan 2 juta per KK yang memang dibolehkan oleh peraturan perundangan-undangan,” jelas Bupati.
Sementara Wakil Bupati Badung, I Bagus Alit Sucipta menyampaikan bahwa setelah pencairan untuk umat Muslim, selanjutnya bantuan akan ditujukan kepada umat Hindu yang akan menyambut Hari Suci Galungan Kuningan.
"Kami mohon doanya agar proses berjalan lancar, semoga niat baik kami ini dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Badung," ungkapnya.
Berdasarkan data dari Dinas Sosial Kabupaten Badung, terdapat 91.918 kepala keluarga di Kabupaten Badung yang akan menerima bansos hari keagamaan. Jumlah tersebut mencapai 60 persen dari jumlah penduduk Badung yakni 143.000 KK. Para penerima bansos telah memenuhi segala persyaratan untuk memperoleh bantuan.
Penerima dari umat Agama Hindu sebanyak 81.856 KK, untuk Agama Islam sebanyak 6.930 KK, untuk Agama Kristen sebanyak 2.866 KK, untuk Agama Budha sebanyak 256 KK, dan penganut aliran 1 KK.










