Ulkus Dekubitus: Luka Tekan yang Sering Diabaikan

IMG-20250430-WA0001
(ilustrasi/ist)

- Tahap 1: Kulit tampak kemerahan atau lebih gelap (pada kulit lebih gelap), terasa hangat, nyeri, dan tidak kembali normal setelah tekanan dilepaskan.

- Tahap 2: Luka terbuka mulai terbentuk, bisa berupa lepuhan atau luka dangkal dengan jaringan yang terlihat lebih merah atau keputihan.

- Tahap 3: Luka semakin dalam hingga mencapai jaringan lemak, sering kali disertai dengan jaringan mati (nekrosis).

- Tahap 4: Luka mencapai otot atau tulang, sering kali disertai dengan infeksi serius seperti osteomielitis atau sepsis.

Dampak Kesehatan Ulkus Dekubitus

Ulkus dekubitus tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi juga dapat berujung pada berbagai komplikasi serius, di antaranya:

 1. Infeksi Lokal – Luka yang terbuka dapat menjadi pintu masuk bagi bakteri, menyebabkan infeksi yang memperparah kondisi luka.

 2. Selulitis – Infeksi yang menyebar ke jaringan kulit lebih dalam, menyebabkan pembengkakan, kemerahan, dan nyeri.

 3. Osteomielitis – Infeksi yang menjalar hingga tulang, memerlukan pengobatan antibiotik jangka panjang atau pembedahan.

 4. Sepsis – Infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah, berpotensi mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.

 5. Penurunan Kualitas Hidup – Nyeri kronis dan keterbatasan mobilitas akibat luka yang parah dapat mengurangi kenyamanan hidup pasien.

Karena ulkus dekubitus lebih mudah dicegah daripada diobati, langkah-langkah berikut sangat penting untuk mencegah terjadinya luka tekan:

 1. Mengubah Posisi Secara Teratur, pasien yang berbaring di tempat tidur harus diubah posisinya setiap 2 jam, sedangkan pengguna kursi roda disarankan untuk mengubah posisi setiap 15-30 menit.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top