Ulet dan Tahan Banting Jadi Cara Jitu UMKM Hadapi Pandemi

(Last Updated On: )

Denpasar-fajarbali.com | Di tengah pandemi Covid-19, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu mencari berbagai jalan untuk meningkatkan usaha. Salah satunya dengan platform digital dan memperluas jangkauan ke beberapa sektor. Namun langkah itu harus dibarengi dengan prinsip keuletan dan tahan banting, sehingga bisa keluar dari tekanan pandemi Covid-19.

Pemanfaatan platform digital, sejalan dengan perubahan pola perilaku konsumen di masa pandemi. Artinya, UMKM harus mengoptimalkan pemasaran secara daring, dengan tetap memperhatikan kualitas produk yang baik serta strategi untuk mempertahankan basis pelanggan. Dengan begitu kegiatan usaha UMKM bisa tumbuh secara berkesinambungan.

  Praktisi ekonomi Bagus Arya Kusuma menyadari, UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia termasuk Bali. Sehingga, untuk menghadapi tantangan akibat dampak pandemi ini, ia berharap UMKM bisa bersinergi dengan Pemerintah untuk menerapkan strategi yang fokus, serta efektif mempercepat pemulihan usaha. “Agar mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19, para pelaku UMKM di Bali harus mampu bergerak dan berproduksi. Namun, untuk melakukan itu semua diperlukan perubahan pola pangsa pasar dan cara pemasaran,” ujarnya, Rabu (5/1).

  Menurut Arya Kusuma usaha di tengah pandemi ini harus terus bergerak, jangan sampai mandek, meski dalam kapasitas kecil. Namun, untuk terus bergerak ada pola yang harus disesuaikan pelaku usaha dengan kondisi pasar saat ini. Ia menjelaskan, penyesuaian pertama adalah menyangkut pangsa pasar. Sebelumnya, pemasaran produk fokus ke kalangan hotel maupun sektor pariwisata, namun sekarang pangsa pasar tersebut dialihkan untuk konsumsi masyarakat lokal.

  “Kondisi ini juga berlaku bagi UMKM yang sebelumnya memiliki pangsa pasar ekspor harus beralih dengan memanfaatkan pemasaran produk di dalam negeri. Penyesuaian pangsa pasar ini juga dibarengi dengan komposisi atau isi kemasan yang lebih kecil dari sebelumnya. Sehingga dengan harga yang lebih terjangkau dari sebelumnya, membuat serapan pasar masih tetap terjadi di tengah menurunnya daya beli konsumen saat ini,” jelasnya.

  Lanjut Arya Kusuma menerangkan, penyesuaian kedua adalah terkait cara pemasaran yang mau tidak mau di tengah pandemi Covid-19 para UMKM harus segera beralih dengan memanfaatkan platform digital. “Saat ini, pelaku usaha harus dituntut familiar menggunakan sosial media dan platform digital lainnya sebagai pemasaran secara online. Selain itu, pelaku UMKM juga dituntut untuk lebih kreatif untuk menarik pasar untuk berbelanja melalui sejumlah konten yang menarik menyangkut produk,” ucapnya.

  Saat ini, pemanfaatan platform digital di kalangan UMKM di Bali memang sudah beberapa mulai mengadopsi, namun secara persentase jika dibandingkan dengan total jumlah UMKM yang ada mencapai ribuan ini masih sangat kecil. Sebab, ada sejumlah kendala yang mereka hadapi di antaranya, sinyal internet yang belum menjangkau di semua daerah di Bali dan susahnya untuk memanfaatkan teknologi tersebut karena pelaku UMKM bersangkutan sudah berusia uzur.

  “Sebagian besar pelaku UMKM di wilayah tertentu masih mengandalkan pola-pola tradisional. Paling canggih mereka memanfaatkan teknologi sebatas menggunakan pemasaran melalui FB, dan WA saja. Bercermin dari kondisi tersebut, pemanfaatan pemasaran menggunakan platform digital di kalangan UMKM di Bali masih perlu digenjot lagi,” pungkasnya. (dha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Selain Vaksinasi Covid-19, Vaksinasi Influenza Juga Penting di Masa Pandemi

Rab Jan 5 , 2022
(Last Updated On: )Denpasar-fajarbali.com | Influenza atau penyakit Flu salah satu penyakit yang sering menyerang masyarakat ketika memasuki musim penghujan. Karena seringnya masyarakat terjangkit penyakit flu ini, maka penyakit ini sering dikategorikan sebagai penyakit yang ringan. Padahal jika dilihat dari tipe penyakitnya, penyakit flu bisa menjadi wabah dengan angka kematian yang […]

Berita Lainnya