”Kegiatan ini merupakan kegiatan yang intinya memberikan bantuan kepada masyarakat dengan menukarkan sampah rumah tangga dengan beras, sayur dan sabun mandi ditengah pandemic Covid 19 yang terjadi dimasa sekarang,”tuturnya.
Dikonfirmasi nantinya bila masuk new normal apakah kegiatan ini masih tetap berlangsung? Budi mengakui meskipun nantinya telah masuk program new normal yang diberlakukan pemerintah namun program tukar sampah akan tetap diberlakukan pemerintah. Hanya saja dalam pelaksanaan penukaran sampah akan dilakukan dengan selektif dan terpilih orang-orang yang berhak mendapatkan bantuan utamanya warga masyarakat yang dibawah garis kemiskinan.
”Tetap kita akan lakukan hanya saja, orang-orang yang akan diberikan bantuan dipilih apabila memenuhi syarat serta orang yang tidak mampu tentu akan diberikan menukarkan sampahnya dengan beras, sayur dan sabun mandi,”imbuhnya. Dilain sisi menurut salah satu warga masyarakat yang melakukan penukaran sampah Luh Kari mengatakan sangat beruntung dapat menukarkan sampah dengan beras.
”Terus terang kami sebagai masyarakat miskin ditengah Corona yang terjadi kami bisa mendapatkan bantuan dengan jalan menukarkan sampah seperti sekarang. Selain kami mendapatkan bantuan dari pemerintah ditengah pandemic yang terjadi kami juga bisa berusaha mengumpulkan sampah untuk ditukarkan dengan beras,”katanya. Bahkan dirinya mengharapkan program seperti ini terus dilakukan dan bahkan bisa dilakukan disemua pedesaan yang ada di Kabupaten Buleleng.
”Yang menjadi harapan kami program ini agar bisa dilakukan terus dan bahkan desa-desa yang lain juga bisa seperti ini. Disamping masyarakat mendapatkan bantuan lingkungan juga menjadi bersih akibat sampah sudah ditukar dengan beras sebanyak 10 kilogeram serta masayarakat miskin bisa makan ditengah Pandemic Covid yang terjadi,”tutupnya. (ags).










