“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas peran serta seluruh mitra yang terus berkomitmen dan berkolaborasi dengan pemerintah dalam konvergensi program mulai di tingkat nasional hingga tingkat desa/kelurahan,” ucap dokter Hasto.
Menurutnya, dalam mempercepat pencapaian target prevalensi stunting di angka 14 persen pada tahun 2024, pemerintah pusat dan pemerintah daerah dianggap harus mampu memprioritaskan sumber daya yang tersedia. Olehnya dalam penyelenggaraan percepatan penurunan stunting membutuhkan pendekatan intervensi yang komprehensif.
“Intervensi ini mencakup aspek penyiapan kehidupan, perbaikan pola asuh, peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan serta peningkatan akses air minum serta sanitasi. Dengan berbagai kompleksitasnya, Pencepatan Penurunan Stunting harus terfokus pada keluarga berisiko Stunting” tambahnya
Sementara itu, Bupati Jembrana I Nengah Tamba berharap penghargaan ini semakin meningkatkan komitmen kerja keras jajaran seluruh pihak agar pembangunan keluarga berkualitas di Jembrana bisa terealisasi. Ia juga mengungkapkan angka stunting di Jembrana sejauh ini bisa ditekan dengan baik.
“Pertama kali masuk pemerintahan di tahun 2021 kasus stunting di Jembrana masih tinggi yakni di angka 14,3 persen. Astungkara berkat kerja keras seluruh pihak dalam kurun waktu 2 tahun turun jadi 8,7 persen” jelasnya
Dilain sisi, Bupati Sanjaya juga menyampaikan apresiasi dan ungkapan terima kasih atas penghargaan yang diterima pada malam Penganugerahan Tanda Penghargaan Bidang Bangga Kencana Tahun 2024 ini.










