Tugas Berat Menanti Duta Bahasa Terpilih

Sementara itu, I Gede Made Cahya Trisna Pratama mengaku masih tidak menyangka dirinya terpilih sebagai duta bahasa. Ia menganggap kemampuan dan keunggulan kontestan lainnya patut diakui, sehingga ia merasa persaingan merebut tahta sebagai duta bahasa 2018 sangatlah berat. “Bagi saya proses ini sangat berat, terutama selama karantina,” ucapnya penuh bangga.

Ia mengaku, menjadi duta bahasa mewakili Bali ke tingkat nasional adalah amanah. Mahasiswa semester IV Pendidikan Dokter Universitas Udayana itu harus menggiring Bali memeroleh gelar tertinggi, setelah tahun lalu harus puas di urutan III.

Hal senada juga diungkap Ni Luh Putu Yuni Krisnayanti. Baginya, menjadi duta bahasa adalah kesempatan menjadi pemuda-pemudi Indonesia yang istimewa.

Tak mau sesumbar, ia bersama Cahya akan berbuat yang terbaik untuk Bali di tingkat nasional. Mahasiswi semester IV Sastra Inggris Universitas Dhyana Pura ini bakal berjuang membawa Bali ke peringkat pertama pada Agustus nanti. (eka)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top