Ttidak Kunjung Berjualan di PRG, Hak Guna Kios/Los Bakal Dicabut

Bila nanti diketahui kios atau los tersebut bukan pemilik asli atau dipindah tangankan, maka hak atas berjualan di PRG juga akan dicabut.

30 Views
GIANYAR-fajarbali.com |Kesal atas kelakuan pedagang di Pasar Rakyat Gianyar (PRG), dimana puluhan pedagang belum juga berdagang, Disperindag Gianyar sudah mengeluarkan Warning ketiga. Dimana dalam warning ketiga ini, bila sampai 31 Agustus 2022 tidak kunjung berjualan,  maka Disperindag mencabut hak pedagang berjualan. 
Kepala Pasar Rakyat Gianyar, Nengah Arnawa, Kamis (25/8/2022) membenarkan bahwa awal Agustus lalu Disperindag sudah mengeluarkan Warning ke 3. “Disperindag sudah mengeluarkan warning ketiga, ini tegas. Bila sampai 31 Agustus nanti tidak berjualan, Disperindag mencabut hak pedagang berjualan di PRG,” tegas Nengah Arnawa. Ditambahkan bila sudah melakukan pencabutan hak, maka Disperindag akan menyeleksi lagi pedagang yang akan berdagang. “Ya, nanti Disperindag akan melakukan seleksi, pedagang mana yang bisa menempati PRG,” jelas Arnawa. 
 
Pada kesempatab tersebut, Arnawa mewanti-wanti agar pedagang tidak memindah tangankan kios atau los yang sudah diberikan Disperindag. “Kami akan data ulang setelah 31 Agustus, mana saja pedagang asli PRG atau pedagang baru,” ancamannya. Bila nanti diketahui kios atau los tersebut bukan pemilik asli, maka hak atas berjualan di PRG juga akan dicabut. “Boleh memindah tangankan, asalkan ada surat dan persetujuan dari Disperindag. Sampai saat inj belum ada yang mengajikan surat, tetapi yang memindah tangan ka  di bawah tangan ada saya dengar beberapa pedagang,” tegasnya lagi. 
 
Seperti diketahui sejak diresmikan akhir Tahun 2021 lalu, tidak serta merta pedagang langsung berjualan. Mengingat pengunjung atau konsumen belum ramai. Sehingga sampai 7 bulan diresmikan, masihbada puluhan kios yang masih kosong. Informaai di PRG menyebutkan, ada puluhan kios/toko yang sudah dipindag tangankan. Dimana kios atau los pedagang dikintrakkan lagi ke pedagang lain. 
 
Dari pantauan dilapangan, kios dan los yang kosong terdapat hampir di seluruh lantai. Yang paling banyak kosong pada lantai dua dan lantai tiga. Sementara lantai empat yang berisikan pedagang kain dan baju hampir semua sudah terisi. Keluhan pedagang pada umumnya, mereka menyebutkan pembeli belum ramai ke PRG. Dimana kios/los hanya dijadikan tempat menaruh barang dan mereka sudah memiliki tempat berjualan di tempat lain.sar

Next Post

Kampanye Pencegahan Stunting. SDM Sehat, Tunjang Pariwisata Desa Lemukih

Kam Agu 25 , 2022
30 Views Promosi dan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Percepatan Penurunan Stunting di Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Rabu (24/8).   SINGARAJA – fajarbali.com | Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, tersohor hingga ke mancanegara karena panorama beberapa air terjunnya yang menakjubkan. Jika tidak pandemi Covid-19, ribuan wisatawan mancanegara […]
Lemuk 1-bae63dcc