Pendaftar gelombang II, Maret-Mei mendapatkan potongan 30 persen. Sedangkan gelombang terakhir tidak mendapatkan diskon.
Dari pengalaman sebelumnya, sekitar 60 persen peserta try out kepincut dengan Spenas, kemudian lagsung melanjutkan pendidikan di sekolah yang berpengalaman lebih dari setengah abad ini.
Informasi menarik lainnya, masih kata Ayu Suci, pihaknya membuka kelas bilingual. Kelas ini merupakan percontohan menuju Spenas unggul. Dia berharap orangtua siswa tertarik dengan program ini karena orangtua termasuk melakukan investasi.
"Biaya pendidikan sejatinya bukan beban. Tetapi investasi jangka panjang untuk masa depan anak," kata Ayu Suci.
Terkait program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Spenas Denpasar sudah mengimplementasikannya.
Sementara untuk merangsang kembali minat belajar dan daya pikir anak, Spenas Denpasar kembali menggelar ujian sekolah, baik tengah dan akhir semester berbasis kertas-tulis tangan atau manual.
Hal ini bukan berarti Spenas Denpasar menolak adaptasi teknologi, melainkan upaya untuk melahirkan lulusan yang lebih berkarakter.
"Soal penerapan teknologi informasi dalam pembelajaran kami nomor satu. Tetapi berdasarkan evaluasi, untuk ujian sekolah kami kembalikan pakai kertas. Jawabannya ditulis tangan," ungkapnya.
Bahkan di negara-negara yang pendidikannya maju seperti Finlandia, disebut kembali menerapkan sistem manual dalam pendidikan dasar atas berbagai pertimbangan.
Sebagai pendidik, Ayu Suci berharap Kemendikdasmen kembali menerapkan Ujian Nasional untuk menjaga wibawa sekolah. Sebab dengan Ujian Nasional, siswa menyadari ada potensi tidak lulus sehingga mereka terpacu untuk belajar.










