DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Peningakatan angka kasus positif Covid-19 yang terjadi belakangan ini, khususnya di Kota Denpasar memang sedikit banyak menimbulkan pertanyaan di masyarakat.
Sejatinya, peningkatan angka kasus ini tidak bisa secara langsung ditarik kesimpulan bahwa covid 19 tidak terkendali, melainkan diperlukan perbandingan antara penambahan kasus dengan jumlah tes spesimen yang masif dilaksanakan. Sehingga pelaksanaan tracing masif secara otomatis akan menemukan kasus dan menambah angka kasus secara kumulatif.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai menyampaikan agar masyarakat tidak panik melihat peningkatan kasus positif Covid-19. Hal ini tak lepas kaitanya dengan tracing dan tes yang masif dan gencar dilaksanakan GTPP Covid-19 Kota Denpasar. “Kami tidak ingin mengendapkan kasus, semua ditracing yang dilanjutkan dengan tes masif, terhadap orang yang pernah kontak erat dengan orang yang dinyatakan covid-19,” ungkap Dewa Rai, Minggu (19/7/2020).
Untuk itu, masyarakat diminta jangan cepat menyimpulkan peningkatan pasien positif corona (covid-19). Meski angkanya terus naik, bukan berarti kondisinya semakin tidak terkendali. Pasalnya, kenaikan kasus positif covid-19 sebanding dengan peningkatan jumlah tes swab yang dilakukan secara masif dan massal. "Kasus positif bertambah tinggi karena memang jumlah pemeriksaan pun bertambah tinggi, hasil tracing dilakukan secara agresif dan itu yang menjadi fokus GTPP Covid-19 Kota Denpasar saat ini, yaitu menemukan kasus, sehingga penanganan dan upaya pencegahan dapat dimaksimalkan. Sampai saat ini spesimen yang sudah di uji Swab yang berbasis PCR sebanyak 5.433 orang," jelasnya










