Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, yang juga menjabat sebagai Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Kabupaten Badung, menegaskan akan terus menggulirkan gerakan Badung Peduli Residu. Ia meminta seluruh kader PKK di Kabupaten Badung aktif mensosialisasikan gerakan ini demi mengajak warga lebih bijak mengelola produk berpotensi sampah residu. “Kita sering turun ke masyarakat untuk mensosialisasifikasi gerakan ini dan saya pun akan sering-sering turun ke masyarakat mungkin melalui Banjar, Desa, Kelurahan, Kecamatan juga dan saya berharap juga jajaran PKK, Posyandu dan semua organisasi yang saya koordinir, mulai dari anggotanya, pengurusnya dan semua juga lapisan masyarakat untuk ikut mensosialisasikan,” ucapnya.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, Made Rai Warastuthi, melaporkan bahwa berkat dukungan semua pihak, capaian pemilahan sampah di Badung saat ini menyentuh angka 72 persen. Adapun pengurangan sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) telah mencapai sekitar 33 persen. Meski begitu, tantangan sampah residu yang belum termanfaatkan optimal masih membayangi. “Untuk itu, melalui Program Badung Peduli Residu, kita terus mendorong perubahan perilaku masyarakat agar semakin bijak dalam memilih, menggunakan, dan mengelola produk sehari-hari sehingga residu yang dihasilkan dapat ditekan semaksimal mungkin. Selain itu, tujuan kegiatan ini untuk Mengoptimalkan peran Bank Sampah Mangu Srikandi sebagai sarana edukasi dan penguatan ekonomi sirkular masyarakat dan Memperkuat peran Tim Penggerak PKK sebagai agen perubahan dalam membangun budaya pengurangan sampah dan residu sejak dari rumah tangga,” jelasnya.










