Touring Mobil Klasik, Kampanyekan Bali Aman Dikunjungi

Lebih dari 200 unit kendaraan klasik dengan jumlah kurang lebih 380 orang berkumpul untuk mengikuti touring Come and Visit Bali yang diadakan (Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia) PPMKI Bali. 

DENPASAR-fajarbali.com | Touring yang bertujuan untuk mengampanyekan agar wisatawan datang ke Bali ini, dilepas oleh Kapolda Bali, Irjen Pol. Petrus R. Golese. Adapun route touring tersebut,  dari kantor DPRD Bali menuju pantai Lebih, Legian, Ground Zero, Pantai Kuta, kawasan ITDC, dan finish di hotel The Mulia Resort and Villa Nusa Dua Bali.

Ketua PPMKI Bali, dr. I Gusti Ngurah Bagus Mahayasa mengatakan, pihaknya sebelumnya membatasi jumlah peserta hanya 100 kendaraan saja. Namun seiring dengan berjalannya waktu, minat anggota yang ingin mengkampanyekan Bali Safe, terus bertambah hingga 200 lebih kendaraan.

“Kegiatan ini berawal dari kekawatiran anggota PPMKI yang banyak bekerja maupun memiliki usaha di sektor pariwisata. Dimana kita ketahui, sejak terjadinya erupsi Gunung Agung, kawasan pariwisata seperti Kuta ataupun Legian yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan, menjadi lengang,” ujarnya di Nusa Dua.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Agung Juniarta menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan yang diadakan PPMKI Bali. “Kita akan viral-kan kegiatan ini ke dunia. Dan berharap, kondisi pariwisata Bali akan pulih dengan segera,” ungkapnya.

Ketua DPRD Bali, Ady Wiryatama yang juga ikut menyempatkan diri mengikuti touring dengan mobil Hardtop-nya itu mengaku bangga dengan kegiatan ini. “Saya juga menyempatkan diri untuk ikut dalam touring ini,” jelasnya.

Ia pun menambahkan, Bali masih aman untuk dikunjungi. Kendatipun ada bencana alam erupsi Gunung Agung . “Kawasan bencana hanya 12 Km dari pusatnya. Sehingga daerah pariwisata yang lainnya tidak ikut terdampak dari aktifitas Gunung Agung,” tegasnya.

Sedangkan penggagas Touring Come and Visit Bali, Jos Dharmawan mengatakan, touring ini untuk membangkitkan kembali gairah pariwisata. “Bali itu aman. Tidak seperti yang dibayangkan dengan erupsi Gunung Agung. Itu letaknya jauh dari objek wisata lainnya, seperti Pantai Sanur, Kuta, Nusa Dua atau yang lainnya,” kata Jos Dharmawan yang juga Pembina PPMKI Bali.

Ia juga menyayangkan beredarnya berita hoax yang cenderung dibuat menyeramkan sehingga Pulau Bali terkesan mencekam di dunia luar. “Pariwisata Bali aman untuk dikunjungi,” terangnya.

Melalui kegiatan ini, lanjutnya, akan menjadi pesan kepada dunia bahwa di Bali masih sangat aman untuk pariwisata. Dan kegiatan touring ini, membuktikan bahwa Bali tidak seseram yang beredar di luar Bali. “Ini buktinya kita aman dan tidak tepengaruh dengan Erupsi Gunung Agung. Jadi ayo datang ke Bali,” pungkasnya. (alt)

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Di Jembrana, Polantas Tambal Jalan Berlubang

Sel Des 12 , 2017
Jalan berlubang yang berpotensi terjadinya kecelakaan lalu lintas menjadi perhatian pihak kepolisian. Salah satu inisiatif pihak polisi lalu lintas dilakukan Danru Kancil Unit Patroli Lantas, Aiptu I Ketut Nawiyasa bersama empat anggotanya.  Save as PDF

Berita Lainnya