Tolak Rencana Penyertifikatan Tanah dan Pembangunan Dermaga 3, Warga Padangbai Gelar Aksi Damai di Depan Pintu Masuk Pelabuhan

AMLAPURA – fajarbali.com | Rencana penyertifikatan tanah milik desa adat dan pembangunan dermaga 3 di Pelabuhan Padangbai berbuntut penolakan dari krama desa Adat Padangbai. Penolakan itu dilakukan dengan cara menggelar aksi damai di depan pintu masuk pelabuhan Padangbai. Bahkan, warga juga mengancam bakal turun dan siap kulkul bulus jika bila pihak PT ASDP masih  tetap bersikukuh melakukan itu.

Bendesa adat Padangbai, I Komang Nuriada, yang melakukan orasi pada Senin (3/8/2020) , menyebutkan, pihak desa adat dengan sangat tegas menolak dua hal yang direncanakan pihak PT ASDP yakni, penyertifikatan tanah di dekat Pelabuhan Desa Adat Padangbai dan menolak rencana pembangunan dermaga 3. “Selama ini kami sudah sangat terbuka dengan pihak ASDP, termasuk telah memberikan pelabaran jalan yang lokasinya berada di tempat pembuangan sampah,  akses pelebaran tanpa syarat dan tanpa pembayaran,” ujarnya.

 

Bahkan kata Nuriada,krama adat telah merelakan tanahnya untuk pelebaran pemasangan drainase, trotoar demi tercitanya kelancaran tranportasi menuju Pelabuhan Padangbai. Selain itu, kata Nuriada, selama ini krama desa adat Padangbai pun diam. Bahkan, Pembanguan dermaga 1-2 selama ini telah berjalan sukses. Namun tidak ada senergi timbal balik yang berkeadilan dari pihak PT ASDP kepada desa adat.  Meskipun pengerukan terjadi yang menyebabkan abrasi pantai namun tidak pernah ada perhatian dari pihak PT ASDP. “kami tidak ingin lagi mendengar ada bahasa penglisir atau tokoh desa adat dibilang mendukung rencana penyertifikatan dan pembangunan dermaga 3 tersebut,” ujarnya lagi seraya mengaku siap membicarakan ini ke  BPN, bupati dan Gubernur.

 

Sedangkan Perbekel Padangbai, Wayan Sudiarta, menyampaikan, aksi damai ini digelar karena masyarakat terpanggil hati nuraninya. Pihaknya juga berkomitmen untuk berjuang bersama krama desa adat.  Aksi dami ini, katanya, jangan sampai lahan desa adat jangan sampai dicaplok oleh oknum-oknum yang hanya ingin menguntungkan dirinya saja. Perbekel juga mengaku bakal melakukan aksi yang lebih besar lagi jika tidak ada respon dari pihak terkait. “Jika memang tidak ada respon, kami akan turun dengan kekuatan yang lebih besar lagi,” ujarnya.

 

Sementara itu, Manajer ASDP, Zainal Abidin mengakui,memang belum ada sosialisasi ke masyarakat untuk pembangunan dermaga 3 ini. Ia berdalih, jika rencana pembangunan dermaga 3 tersebut merupakan intruksi langsung dari pemerintah pusat. Selain itu, rencana pembangunan dermaga 3 telah direncanakan sejak lama. Pihaknya pun berjanji, bakal menyampaikan kondisi dilapangan ke atasanya jika memang ada penolakan dari masyarakat. “Pembangunan dermaga itu intruksi secara langsung dari pemerintah pusat. Untuk dapat dibangun dermaga itu, maka lahan harus disertifikatkan supaya atas nama ASDP,” ujarnya. (bud).

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bawaslu dan BNN Badung Tandatangani Kerjasama

Sel Agu 4 , 2020
MANGUPURA – fajarbali.com | Menindaklanjuti perjanjian atau Memorandum of Understanding (MoU) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Badan Narkotika Nasional (BNN) RI beberapa waktu lalu, Bawaslu Kabupaten Badung dan BNN Kabupaten Badung juga melakukan Penandatanganan Kerja Sama (PKS), di Kantor Bawaslu Badung, Senin (3/8/2020).  Save as PDF

Berita Lainnya