Tolak Masuk “Zona Merah” Tanjung Priok Jakarta, Ratusan Crew Kapal Carnival Splendor Sampaikan Surat Terbuka ke Gubernur Bali

Untuk itu mereka pun menyampaikan surat terbuka dan petisi bersama yang ditujukan ke Presiden Jokowi, Gubernur Bali dan Gugus Nasional Pusat Penanggulangan Covid-19. Di Surat Terbuka itu para crew memohon agar bisa diturunkan di Benoa Bali. 

Demikian bunyi Surat Terbuka tersebut: 

Lautan Lepas 25 April 2020,

Kepada Bapak Gubernur Bali,

Om Swastiastu;

Kami crew member Bali dari Carnival Splendor yang saat ini lagi menuju ke Tanjung Priok Jakarta sesuai dengan info dari kapten kapal yang mendapat arahan dari pemerintah.

Saya selaku wakil dari semeton Bali yang berada di kapal merasa kecewa kenapa kita yang sudah berada di perairan Bali tidak diijinkan untuk menurunkan crewnya di Benoa Bali, atau paling tidak semeton Bali.

Kita mengerti bahwa Bapak Gubernur Bali berada di suatu situasi yang sulit karena keputusan ini diambil oleh Gugus Pusat. Tapi kami memohon kepada Bapak Gubernur untuk memperjuangkan semeton Bali untuk diturunkan di Bali.

Seperti bapak ketahui bahwa Jakarta ada sekarang berada di zona merah. Untuk sementara kita dijadwalkan tiba di Tanjung Priok, 28 April jam 7 pagi kita masih punya waktu 2 hari lagi.

Kami sadar dan mengerti dengan situasi masyarakat saat ini, karena itu kami siap untuk mengikuti prosedur Rapid Test atau Protokol yang sudah ditentukan oleh pemerintah dan siap untuk karantina di Bali.

Untuk diketahui kapal Carnival Splendor terakhir menurunkan pasengger (tamu) pada tanggal 17 Maret 2020 dan dari tanggal 17 Maret sampai surat ini dibuat kita secara tidak langsung sudah di karantina. Dan, di atas kapal sosial distancing dilakukan sangat ketat.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top