Tokocrypto Bawa “Beach House” ke Coinfest Asia 2025, Siap Arungi Gelombang Web3 di Bali

Tokocrypto Beach Hous Coinfest Asia[1]
Bali jadi pusat diskusi industri kripto global lewat Coinfest Asia dan Beach House.

Acara ini akan dihadiri oleh deretan tokoh terkemuka, termasuk Calvin Kizana sendiri, Rachel Conlan (CMO Binance), dan Bonifacio Renanda (Project Lead TKO). Kolaborasi lintas industri diperkuat dengan kehadiran mitra ekosistem seperti Yield Guild Games (YGG), Manta Network, Stakestone (STO), TKO Token, dan Hooked. Acara ini juga didukung oleh mitra prestise Tokocrypto, yakni JTB Indonesia dan Baller.

Berbeda dari forum formal pada umumnya, Tokocrypto x Binance Beach House dirancang untuk memadukan suasana pantai Bali yang santai dengan diskusi strategis seputar tren terkini di industri Web3. Para peserta dapat mengikuti berbagai agenda menarik seperti talkshow, sesi networking, dan diskusi panel yang membahas isu-isu krusial, mulai dari regulasi, keamanan aset digital, hingga peluang investasi di pasar Asia. Tokocrypto berharap acara ini dapat menjadi katalisator bagi kolaborasi lintas negara dan memperkuat posisi Asia sebagai pusat inovasi Web3.

Di tengah momentum global, Asia menjadi salah satu pusat adopsi kripto terbesar di dunia. Chainalysis bahkan menempatkan Indonesia, India, Vietnam, dan Filipina di peringkat 10 besar negara dengan adopsi kripto tertinggi. Perkembangan pesat ini didukung oleh meningkatnya volume transaksi dan minat masyarakat terhadap aset digital. Hingga pertengahan tahun 2025, nilai transaksi aset kripto di Indonesia telah mencapai Rp224,11 triliun, dengan 15,07 juta investor terdaftar.

Calvin Kizana juga menyoroti gagasan pembentukan cadangan Bitcoin nasional sebagai langkah diversifikasi aset negara dan mitigasi risiko fluktuasi ekonomi global. Ide ini dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perekonomian digital dan memberikan sinyal positif ke pasar internasional. Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyarankan agar Danantara, pengelola dana investasi alternatif, mulai mengeksplorasi instrumen investasi digital yang memiliki legalitas dan underlying kuat, seperti Real World Asset (RWA) yang ditokenisasi. Aset riil yang ditokenisasi, seperti properti atau proyek infrastruktur, dinilai lebih konkret dan lebih mudah diterima dalam kerangka hukum.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top