Menurut Tenaga Kesehatan, Henny, hipertensi merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh lansia dan sering kali tidak menimbulkan gejala.
“Hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga gagal ginjal. Oleh karena itu, deteksi dini dan pemantauan tekanan darah secara berkala sangat penting,” ujarnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, para lansia juga diajarkan mengenai pola makan sehat, pentingnya aktivitas fisik ringan seperti senam lansia, serta pengelolaan stres.
Para tenaga kesehatan turut mengingatkan agar lansia rutin mengonsumsi obat yang diberikan dokter jika sudah didiagnosis hipertensi.
Salah satu peserta, Ni Nyoman Puji, mengaku senang dengan kegiatan ini. “Saya jadi tahu tekanan darah saya dan bisa lebih waspada. Saya juga mendapat banyak informasi tentang cara menjaga kesehatan agar tetap bugar di usia lanjut,” katanya.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari Henny selaku Tenaga Kesehatan desa yang berkomitmen untuk terus mendukung program kesehatan bagi lansia.
Dengan adanya edukasi dan skrining ini, diharapkan para lansia lebih memahami pentingnya menjaga tekanan darah dan menerapkan gaya hidup sehat guna mencegah komplikasi akibat hipertensi. (rel)










