“Politik bagi saya bukan soal berpindah kendaraan, tetapi tentang konsistensi memperjuangkan kepentingan rakyat. PDI Perjuangan saya pandang sebagai rumah ideologis yang memberi ruang luas bagi perjuangan kerakyatan, kebangsaan, dan keberpihakan pada wong cilik,” paparnya.
Politisi asal Kecamatan Kuta ini berharap publik dapat memandang kepindahannya sebagai dinamika demokrasi yang wajar, dewasa, dan beretika. Perbedaan pilihan politik, menurutnya, tidak seharusnya memutus persaudaraan.
“Tujuan kita tetap sama, bekerja untuk rakyat dan daerah yang kita cintai,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Badung, AAN Ketut Agus Nadi Putra membenarkan bahwa Luh De Mediastuti telah mengundurkan diri dari kepengurusan Golkar sejak beberapa waktu lalu.
“Yang bersangkutan sudah mengundurkan diri dari kepengurusan Partai Golkar sejak masa Pilkada. Secara pribadi itu wajar-wajar saja, karena merupakan hak politik setiap individu,” ujarnya.
AAN Ketut Agus Nadi Putra menegaskan, Partai Golkar menghormati pilihan politik yang bersangkutan selama tetap berada dalam koridor ideologi kebangsaan. “Ke mana pun beliau berlabuh, selama partainya berideologi NKRI dan nasionalis, tentu kami apresiasi. Itu hak politik pribadi yang harus dihormati,” katanya.W-004










