Tim Sekretariat Apeksi Komwil VI Indonesia Kunjungi Pemkab Tabanan

Dirinya juga menjelaskan, dipilihnya Jatiluwih sebagai tempat pertemuan ini karena kawasan Jatiluwih merupakan yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD sejak tanggal 29 juni 2012. Kekhasan wilayah jatiluwih diantaranya, lahan sawah terasering dengan panorama aalam yang menarik, sebagai kawasan penyangga dan sebagai penghasil beras merah khas Tabanan. “Terkait dengan pengelolaan lahan tersebut maka sangat diperlukan teknologi ramah lingkungan. Dan kami sangat bergembira atas bantuan Pemerintah Jepang yang kami yakini bisa lebih mengembangkan kawasan Jatiluwih. Dan kami juga patut berbangga karena gerakan kami ini menarik perhatian bagi Tim secretariat Apeksi Komwil VI Indonesia”, ungkapnya.

Dan kerjasama ini kedepannya diharapkan dapat memberikan dorongan dan motivasi kepada masyarakat, untuk mengelola potensi budaya pertanian yang ada agar lebih optimal tanpa merusak lingkungan hidup yang ada untuk peningkatan kesejahteraan, tegas pihaknya.

Selain Kota Ambon, Tim Sekretariat Apeksi Komwil VI yang hadir diantaranya, Kota Ternate, Palopo dan Makasar, keseluruhan rombongan berjumlah 37 orang. Dalam kunjungannya tersebut, selain membahas tentang Kerjasama Pemkab Tabanan dengan Pemerintah Jepang, juga membahas tentang sampah yang merupakan dilemma bagi semua Kota di Indonesia.

Kunjungan tersebut berlangsung hampir tiga jam lebih, setelah melakukan dialog di restoran Gong dilanjutkan dengan makan bersama dan meninjau lokasi Pembangkit listrik Micro Hidro bantuan dari Pemerintah Toyama Jepang.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top