Disinggung soal kolaborasinya dengan Gus Teja, Tika mengaku antusias karena hal tersebut merupakan kesempatan yang luar biasa dan momen yang dinanti-nanti. "Awalnya sih bingung duet dengan Gus Teja, karena harus ngepas dengan suling, dan juga musiknya. Nah kebetulan Wira punya lagu ‘Cening’, sehingga pas dengan alunan seruling Gus Teja. Ini karya yang luar biasa bagi saya," ucapnya.

Tika Pagraky, Gus Teja, Rocktober dan para pendukung berfoto bersama usai press conference launching single "CENING". (Foto: Tha)
Sementara itu, vokalis Rocktober, Wira Krisna mengaku jika single Cening ini terinspirasi dari lagu ‘Putri Cening Ayu’. Namun, lagu ‘Cening’ ini dia ambil dari pengalamannya ketika menjadi orang tua yang harus pergi meninggalkan anak untuk bekerja. "Jadi ini pengalaman pribadi saya. Jadi untuk menyemangati anak agar jangan sedih, dan kita akan meluangkan waktu untuk mereka,” tuturnya.
Disisi lain, Gus Teja menilai sosok Tika dan Rocktober merupakan penyanyi dan grup band yang luar biasa. Dia pun mengaku senang berkolaborasi dengan penyanyi ini. Ia menyebutkan sesama seniman, pihaknya saling dukung 100 persen. Walaupun awalnya tidak saling kenal. "Suling masuk banget, konsep lagu kena, suasana pengambilan video klip kena, dan ditambah kostum yang apik banget," ucapnya.

Tika Pagraky, Gus Teja, dan Rocktober gelar konser di Living World Denpasar serangkaian peluncuran single "CENING". (Foto: Tha)
Penggarap video klip Rafli menambahkan, dalam penggarapan video kali ini, mengedepankan konsep video klip yang mengikuti makna dan lirik lagunya. Disamping peran dua orang anak yang ditinggal orangtuanya dalam berkegiatan akan menonjolkan nuansa dramatis dan suasana pedesaan Bali Aga. "Dramatisnya ini bagaimana agar pada saat shoot agar sang buah hati bisa nangis tanpa dibuat-buat. Caranya jangan dulu diberikan tidur, nanti pasti akan nangis," serunya. (Dartha)










