AA Mahendra Putra, trader lokal yang tergolong sukses ini, berbagi pengalaman selama tujuh tahun dibekap kegelapan. Menekuni dunia trading sejak 2011 silam, Mahendra mengaku jatuh bangun. Bahkan lebih sering jatuh.
Barulah di tahun 2018, dia mendapatkan "pencerahan". Karenanya, Mahendra berpendapat, ilmu yang di-share dalam seminar tersebut sangat mahal.
"Banyak trader cerdas dan pintar tapi belum tercerahkan. Mereka sibuk mencari jalan di luar, padahal kunci sukses sesungguhnya ada dalam diri," kata Mahendra.
Pendidikan tinggi pun, menurutnya, tidak menjamin kesuksesan seorang trader. Ia membuktikan sendiri puluhan orang yang dibinanya berlatar belakang tukang ojek. "Jadi kunci sukses dalam trading itu adalah mental, prinsip, disiplin, komitmen dan tanggung jawab," imbuhnya.
Soal penyebab kegagalan trader, lanjut dia, bisa disebabkan oleh pengetahuan yang kurang serta respons otomatis yang tidak bisa dikendalikan oleh otak. Untuk itu, metode terbaik adalah mengubah kebiasaan. Lama-lama akan menjadi karakter, karakter menjadi prinsip.
Sikap keburu nafsu pun turut andil memicu kegagalan pemain trading. Yang terpenting, kata dia, adalah pertumbuhan, bukan keuntungan besar secara instan. Dia menggarisbawahi bahwa dilarang menggunakan perasaan dalam tindakan, melainkan harus terukur.
Dalam bahasa sederhananya, Mahendra menganalogikan, dunia trading itu sama saja dengan kegiatan di pasar nyata.
"Anggap saja kita prediksi, oh bulan April musim panen mangga. Harganya murah karena stok melimpah. Kalau kita beli trus jual lagi pasti murah. Untungnya tipis," katanya mengandaikan.










