Tiga Desa Wisata di Buleleng, Wakili Bali Dalam Ajang Internasional BTV ke-V

WhatsApp Image 2025-05-30 at 12.41.12_8395364c
Penanaman terumbukarang yang ada di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak

BULELENG-fajarbali.com | Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pariwisata mendorong desa wisata yang telah berprestasi di tingkat nasional untuk terus berprestasi hingga di kancah internasional. Ini bertujuan untuk meningkatkan popularitas desa di tingkat dunia melalui ajang Best Tourism Village (BTV) ke-V oleh organisasi PBB melalui UN Tourism.”Melalui keikutsertaan BTV desa wisata yang ada di Buleleng akan memberikan daya tawar dan branding kita. Seperti Desa Penglipuran dan Jatiluwih kita pakai perbandingan yang lebih dahulu mendapatkannya. Mudah-mudahan Buleleng mendapatkannya,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Gede Dody Suksma Oktiva Askara saat dihubungi, Jumat (30/5/2025).

Lebih jauh disampaikan oleh Kadis Dody, BTV ke-V tahun 2025 ini, Indonesia mengirimkan 13 desa wisata. Untuk Provinsi Bali ada tiga desa yang ikut dan semuanya dari Kabupaten Buleleng yaitu : Desa Les Kecamatan Tejakula, Desa Sudaji Kecamatan Sawan dan Desa Pemuteran Kecamatan Gerokgak.”Kita mengajukan kepada Kementerian Pariwisata sekiranya untuk bisa diberi kesempatan untuk meningkatkan diri dan kementerian sangat mendukung untuk bisa memberikan ruang dan fasilitasi berupa tools atau form yang harus diisi, dan tentunya kita terus didampingi oleh kementerian juga. Form-form itu yang kita isi mirip dengan Jadesta seperti lomba ADWI (Anugrah Desa Wisata Indonesia) namun berbahasa Inggris,”ungkapnya.

Disinggung mengenai kendala dalam isian form, mantan Camat Buleleng ini menerangkan selain harus berbahasa Inggris, data yang diminta sangat rigid dan detail. Itu menjadi kendala kita, dimana administrasi setiap destinasi wisata adalah hal yang sangat penting dan mendasar.”Seperti contoh berapa jumlah penginapan yang ada di desa wisata? Itu baru jumlah. Kemudian berapa jumlah kamarnya? Kamarnya yang tersedia. Kemudian berapa jumlah karyawannya? Kemudian jumlah karyawan dirinci. Berapa laki, berapa perempuan. Kemudian dirinci lagi dari rentang umur. Nah itu pengalaman berguna bagi kita. Untuk nanti sebagai bahan kita untuk pembinaan,”jelasnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top