Ditambahkan, jika saat ini ada pedagang yang meminta penundaan relokasi, ditegaskannya sudah tidak ada lagi proses negosiasi. Karena jadwal pengerjaan sudah jelas, tidak bisa diubah lagi. Sementara untuk tempat relokasi sendiri sudah siap, yakni terletak di jalan utama di Kelurahan Samplangan. “Saya tidak memikirkan BEP, tidak memikirkan retribusi yang akan didapatkan, yang saya inginkan kota ini harus dibangun, harus bersih, tertata. Pedagangnya senang, nyaman dan memperoleh keuntungan yang banyak. Kalau ada satu atau dua orang yang tidak setuju dengan membuat spanduk penolakan, saya tidak akan pedulikan dan saya akan maju terus,” tegas Bupati Mahayastra.
Bupati juga menegaskan kalau ternyata sampai akhir tanggal yang ditentukan yaitu 24 Mei tidak dikosongkan, maka akan dibuldoser. Bupati sendiri akan memimpin pengosongan itu, ini karena ini sudah ada kesepakatan bersama para pedagang. Terkait dengan sistuasi pandemic ini, menurut Mahayastra sesuai dengan amanat presiden bahwa pemulihan covid tidak hanya berperang di bidang kesehatan saja. Namun kita harus berjuang memulihkan ekonomi dengan bergulirnya semua aktivitas ekonomi. Sehingga kata Bupati Mahayastra dirinya tetap pertahankan 736 M belanja modal dimana salah satunya adalah pembangunan Pasar Umum Gianyar. “Kita harus memperhitungkan beberapa orang yang bisa mengais rejeki di toko-toko nanti, berapa ribu tenaga kerja yang akan mencari makan di sana dan lain-lainnya,” beber Mahayastra. Terkait dengan jumlah pedagang, pedagang lama tetap diprioritaskan yaitu sebanyak 1.102 pedagang yang ber SK.(gds)










