Tidak Ingin Menjadi Kendala Tangani Covid 19 Sekda Provinsi Bali Gelontor Ratusan APD dan Sembako

SINGARAJA – fajarbali.com | Tidak ingin menjadikan beban kekurangan berbagai perlengkapan dalam penanganan kasus Covid 19 yang ada di Bali membuat Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Provinsi Bali Dewa Made Indra gelontorkan ratusan Alat Pelindung Diri (APD) ke Kabupaten Buleleng.

 

 

 

Dalam pemberian perlengkapan dalam penanggulangan Covid 19, Indra bukan hanya membawakan APD, melainkan pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali itu juga membawa 250 buah Alat Pelindung Diri (APD), 25 kotak masker bedah berbagai ukuran, 500 buah masker N95, dan 500 buah rapid test. Penggelontoran bantuan fasilitas medis yang diperlukan dalam penanganan Covid 19 yang ada di Bali, Sabtu (11/4/2020) lalu langsung diterima Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Gede Suyasa di ruang kerjanya. Menurut Indra, dimana bantuan yang diserahkan secara langsung ke Kabupaten Buleleng itu merupakan upaya yang dilakukan pemerintah Provinsi Bali dalam menunjang perlengkapan medis dalam penanggulangan penyebaran Covid 19 yang ada di Bali.

”Kami memberikan bantuan sarana medis seperti APD, Masker dan yang lainnya dimana hal ini merupakan upaya yang dilakukan pemerintah baik Provinsi dengan bekerjasama pemerintah kabupaten dalam menanggulangi Covid 19 yang terjadi. Perlengkapan medis ini kami serahkan langsung ke pemerintah Kabupaten Buleleng untuk tenaga medis yang menjadi ujung tombak dalam penanganan Covid 19,”akunya.

Bahkan Indra mengharapkan dalam penanganan Covid 19 dimana tenaga medis diharapkan dapat memberikan pelayanan dan penanganan medis dengan maksimal kepada masyarakat yang terjangkit Covid 19.”Harapan kami tentu agar para tenaga medis dapat memberikan pelayanan yang super prima sehingga hal ini cepat berlalu serta dengan bantuan alat pelengkapan medis dalam penanggulangan Covid 19 dapat membantua dalam mengatasi pandemic yang ada di daerah,”harap Indra. Lebih jauh tutur Indra, penanganan untuk pasien Covid 19 yang ada di Kabupaten Buleleng ini dirasa sudah sangat bagus.

Dimana kesigapan yang dimiliki pemerintah daerah dalam pemberantasan Covid 19 yang ada di Kabupaten Buleleng sangat tinggi dengan adanya hal itu tentunya pemerintah Provinsi Bali terus memberikan pengutan utamanya sarana medis yang dibutuhkan dalam penanggulangan Covid 19.”Saya rasa pemerintah Kabupaten Buleleng dalam memberikan penanganan Covid 19 baik sekali. Pemerintahnya sangat sigap dan bergerak cepat. Selalu koordinasi makanya kami datang ke Buleleng dengan membawa sarana medis karena kami hal itu tidak kami inginkan menjadi kendala makanya kami terus akan gelontor pengutan dalam penanggulangan Covid 19,”pujinya. Indra mengingatkan harus ada kolaborasi dalam penanganan COVID-19  baik dari lini pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga kelurahan harus bergerak bersama.

”Mari kita bergotong royong dalam menghadapi polemic Covid 19. Baik dari pemerintah pusat, provinsi, daerah hingga kelurahan atau desa sehingga kasus Covid 19 yang ada di Buleleng dan Bali pada umumnya cepat berlalu,”harapnya. Disamping memberikan bantuan sarana medis yang dibutuhkan dalam penanggulangan Covid 19, Indra menuturkan kalau dirinya juga membawa sembako untuk semua panti asuhan dan panti jompo yang ada di Kabupaten Buleleng. Indra menuturkan dalam pemberian sembako pihaknya menilai dengan adanya polemic Covid 19 seluruh panti asuhan dan jompo terdampak utamanya dalam kebutuhan pangan.

”Saya melihat semua panti jompo, atau panti asuhan tentunya terdampak covid 19 sehingga kami membawa sembako ke daerah untuk seluruh panti yang ada. Sembako itu berupa beras sebanyak 800 kilogeram, gula pasir sebanyak 60 kilogeram, minyak goring 60 liter dan susu  sebanyak 20 kotak,”rincinya. Bahkan Indra yang didampingi Kepala Dinas Sosial, Pemerdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Bali Dewa Made Mahendra mengaku kalau untuk di Kabupaten Buleleng terdapat empat panti asuhan dan satu panti jompo yang mendapatkan bantuan tersebut.

”Kalau di Buleleng seluruhnya panti asuhan yang ada sebanyak empat panti asuhan dan satu panti jompo yang semuanya kami gelontor bantuan sembako,”tutupnya yang juga dibenarkan Mahendra. (ags).

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Disamping Covid 19 Buleleng ‘Diserang’ DBD Angka DBD, Buleleng Duduki Peringkat ke Dua di Indonesia

Ming Apr 12 , 2020
SINGARAJA – fajarbali.com | Sudah jatuh, tertimpa tangga lagi. Mungkin pepatan itu yang sangat tepat buat Kabupaten Buleleng. Betapa tidak, ditengah kasus Corona 19 yang melanda semua wilayah, dimana Kabupaten Buleleng yang merupakan kabupaten terluas di Bali juga ‘Diserang’ dengan aksi ganasnya Demam Bedarah Dengue (DBD). Aksi serangan DBD ITU tidak […]

Berita Lainnya