Tidak Ada Rekrutmen, Satu Penyuluh Pertanian Tangani Sampai 17 Subak

“Ya, kalau dirata-ratakan, setiap penyuluh mengawal 17 subak, namun kerja kami efektif,” jelas Sumpahyani. Dikatakan, untuk idealnya, satu penyuluh menangani satu desa, sehingga kinerja penyuluh bisa tepat sasaran. 

(Last Updated On: )
GIANYAR-fajarbali.com | Tenaga penyuluh pertanian  di Kabupaten Gianyar terus berkurang. Hal ini karena sebagian tenaga penyuluh ini memasuki masa pensiun. Koordinasi Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, Ni Made Sumpahyani membenarkan kondisi tersebut, dan kondisi tenaga penyuluh dengan luas yang di tangani belum ideal. 
 
 
 
Kondisi ini tentunya membuat tenaga
penyuluh bekerja eksta keras, agar program-program pertanian sampai ke petani dengan cepat dan tepat sasaran. Ni Made Sumpahyani, Senin (22/5/2023) mengakui kalau tenaga penyuluh masih sangat terbatas. Dikatakan, tenaga penyuluh dari Pemkab Gianyar (ASN) terdapat 23 penyuluh dan 13 penyuluh dari tenaga harian lepas tenaga bantu penyuluh pertanian (THL TBPP) dari pemerintah pusat. Dimana sebelumnya, ada 6 tenaga penyuluh yang pensiun. “Ya, kalau dirata-ratakan, setiap penyuluh mengawal 17 subak, namun kerja kami efektif,” jelas Sumpahyani. Dikatakan, untuk idealnya, satu penyuluh menangani satu desa, sehingga kinerja penyuluh bisa tepat sasaran. 
 
Dikatakan, saat ada program baru dari pemerintah pusat, terkadang tenaga penyuluh kelabakan sampai kehabisan waktu untuk memberikan pendampingan. Dikatakan, saat ini 1 tenaga penyuluh membidangi tiga atau empat desa di Gianyar. “Tergantung luas desa dan jumlah subak si satu desa, semua subak terisi penyuluh,” ujarnya. Dimana saat adanya program padi organik dengan menggunakan pupuk organik, tenaga penyuluh mesti kerja ekstra meyakinkan petani agar beralih ke organik. “Meyakinkan petani butuh waktu dan harus ada hasil nyata, sehingga kami cari contoh pertanian organik yang sudah berhasil,” bebernya.
 
Di samping itu saat ini, sebagian tenaga penyuluh sudah cukup umur dan ada yang akan memasuki masa pensiun. Sehingga harapannya, tenaga penyuluh bisa ditambah dan diisi dengan tenaga yang muda. “Namun kami terus bekerja, semua berjalan dengan baik. Kami efektifkan kerja dengan membuat grup WA berkoordinasi dengan petani,” ujarnya. Sekali pun masih ada beberapa petani yang masih gaptek dan tidak memiliki perangkat Android. Sedangkan secara umum, keluhan petani seputar soal pemeliharaan padi, karena adanya serangan wereng, kutu atau ulat. “Bila ditemui masalah, kami koordinasi dengan Dinas Pertanian, sehingga persoalan teratasi,” ujarnya.sar

Next Post

Wabup Suiasa Buka Bimtek Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi

Sen Mei 22 , 2023
Kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatan kompetensi dan kapasitas Bendesa Adat se-Badung dalam rangka melaksanakan tugas-tugas kewajiban dan tanggung jawabnya.
Bimtek (3)

Berita Lainnya