Lianggono dari Studio Lianggono, menceritakan "Wang Sinawang" merupakan sebuah istilah Jawa yang bercerita akan keindahan waktu berproses.
"Mengajak kita untuk menunggu tanpa terburu, melihat, merasakan, dan mengapresiasi. Keindahan tidak hanya terletak pada apa yang diciptakan, tetapi juga pada bagaimana sesuatu itu dibuat—dibentuk oleh proses, oleh waktu, dan oleh keterampilan tangan manusia yang tidak dapat tergantikan oleh mesin," kata Lianggono.
"Melalui repetisi dan dedikasi, menjadi sebuah wujud cinta,” imbuhnya.
Di instalasi ini, lanjutnya, para tamu diajak untuk melambat sejenak dan meresapi lingkungan imersif yang dipenuhi tekstur alami, ritme suara, dan visual berlapis — setiap elemen menggemakan ritme berulang yang tenang, ketekunan, dan keterampilan yang membentuk setiap langkah dalam pembuatan whisky.
Sebagai bagian dari The Makers Project: Wang Sinawang, The Balvenie mengundang para tamu untuk merasakan eksplorasi sensori yang memadukan keterampilan, budaya, dan koneksi di Bali Festival Park, yang terbuka untuk umum pada tanggal 14–18 Agustus, pukul 12.00 hingga 22.00setiap harinya.
Berpusat pada instalasi Wang Sinawang karya Studio Lianggono, pengalaman ini membawa pengunjung masuk ke dalam ruang meditatif yang dibentuk oleh tekstur alami, lanskap suara berlapis, dan narasi visual—mencerminkan kesabaran dan presisi yang menjadi inti dari tradisi pembuatan whisky The Balvenie.
Sepanjang pameran, pengunjung dapat menikmati pertunjukan langsung yang dijadwalkan di dalam instalasi serta whisky flight tasting yang dikurasi.










