DENPASAR -fajarbali.com |Polisi berhasil mengungkap identitas mayat wanita yang mengapung di perairan Pantai Kuta, pada Selasa 2 Desember 2025 sekitar pukul 13.15 Wita lalu. Korban diketahui bernama Rizka Venita Sevtiani (16) asal KP. Cionjang, RT/RW 004/009, Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat. Jasad korban kini dititipkan di RSUP Prof Ngoerah, Sanglah, Denpasar.
Penjelasan identitas korban ini disampaikan Kasi Humas Polresta Denpasar Kompol Ketut Sukadi, pada Kamis 4 Desember 2025. Menurutnya, penyidik Satreskrim telah melakukan penyelidikan terkait penemuan mayat wanita di perairan Pantai Kuta tepatnya di depan Hotel Windam Garden, Kuta.
"Jadi, Unit Identifikasi sudah mencocokan terhadap sidik jari mayat korban yakni bernama Rizka Venita Sevtiani asal Bandung Barat," terangnya.
Namun untuk penyebab mengapa korban sampai tenggelam atau terseret arus deras Pantai Kuta, Kompol Sukadi enggan membeberkannya. Ia mengatakan masih di selidiki.
"Penyebab kematian masih diselidiki," tegasnya lagi.
Diberitakan, pengunjung yang berwisata di Pantai Kuta dikejutkan penemuan sosok mayat wanita tewas mengapung di perairan Pantai Kuta, pada Selasa 2 Desember 2025 sekitar pukul 13.15 Wita. Saat ini, identitas wanita tersebut tidak diketahui dan masih diselidiki aparat kepolisian. Sesuai ciri-cirinya, korban mengenakan gaun warna hitam, memakai anting-anting di telinga, dan leher memakai kalung liontin berwarna putih.
Sosok mayat itu kali pertama dilihat oleh turis wisatawan manca negara yang tengah asyik main surfing. Tiba-tiba saja, saksi wisatawan itu melambaikan tangan meminta pertolongan kepada dua petugas Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Badung, yakni I Made Mardika (30), dan I Made Mardiasa (38).
Melihat ada yang melambaikan tangan, kedua petugas jaga pantai itu langsung mengambil papan rescue (papan penyelamat) untuk memberikan pertolongan. Ternyata wisatawan asing itu memanggil petugas pantai untuk memberitahukan ada mayat mengapung.
"Kedua petugas pantai tadi langsung mengevakuasi mayat korban ke tepi pantai," ujar Kompol Sukadi.
Setelah mayat tersebut dibawa ke pinggir pantai, kedua saksi lantas menghubungi polisi. Tapi, Polisi sepertinya mengalami kendala soal mengungkap identitas korban. Apalagi tidak ada data dokumen apapun yang menunjukan identitas korban di TKP. Sedangkan ciri fisik korban diperkirakan orang Asia.
Selanjutnya, mayat tak dikenal tersebut dibawa ke RSUP Prof Ngoerah, Sanglah, Denpasar. Hingga kemarin, belum ada warga yang melaporkan anggota keluarganya hilang. R-005










