“Bagi saya, satu karya tak pernah benar-benar selesai, karena setiap cipratan warna adalah bagian dari narasi yang panjang. Saya tidak bisa menunjuk karya mana yang paling penting, karena semuanya lahir dari pengalaman pribadi dan intuisi,” tambahnya.
Melalui teknik cipratan warna yang menyerupai jejak alam di dinding-dinding pesisir, Putu Bonuz mengajak semua orang memahami bahwa seni bisa menjadi ruang dialog antara manusia dan alam, tentang bagaimana kehidupan dijalani, dikenang, dan dirayakan. Baiq










