"Dia bertemu di tempat hiburan malam di Pekanbaru. Disana dia kenal dengan seorang pemandu lagu bernama Maulidia asal Malang, Jatim. Mereka ini sudah menjalin asmara," ungkap sumber lagi.
Karena jumlah sabu yang dibawa cukup banyak 3 kg, Rano mengajak Maulidia. Orderan kedua ini pun lolos dan mereka sukses membawa 3 kg sabu ke Bali. Pasangan kekasih ini membagi rata upah Rp 40 juta tersebut.
Namun orderan ketiga yang terjadi April 2020 gagal dilakukan karena wabah pandemi covid-19. Rano kembali dihubungi Kadek Joko dan meminta berangkat untuk menjemput orderan ke Pekanbaru pada Senin (17/8). Namun dia menolak karena sedang berdinas. Ia meminta jadwal ditunda.
Akhirnya, Rano berangkat, pada Kamis (20/8/2020), karena ada cuti bersama alias libur panjang. Ia pun berangkat, ke Pekanbaru dan bertemu dengan Maulidia untuk bersama-sama mengambil paketan sabu ditangan Burhan.
Sumber mengatakan, orderan ke tiga ini cukup besar sebanyak 3.9 kg. Nahas, keduanya ditangkap petugas BC Hang Nadim Bandara karena curiga melihat gelagat Maulidia, Sabtu (22/8/2020).
Wanita cantik ini diperiksa melalui sinar X-Ray check point Ruang tunggu A4. Nah saat di cek ternyata X- Ray berbunyi dan dia dicurigai membawa barang terlarang.
Setelah diperiksa badan, di tubuh Maulidia ditemukan 14 bungkusan sabu 8 bungkusan dililit dibelakang pinggang. Sementara 2 bungkus di sepatu kanan, 1 bungkus di dalam CD, 3 bungkus di sepatu kiri dengan total berat 1.388 gram sabu.










