Selain itu, Ariawan juga mengatakan tahapan pelaksanaan lainnya , untuk menerapkan Penerapan protokol kesehatan itu kata Ariawan sebelumnya diawali dengan penyemprotan desinfektan secara rutin di areal pura. Termasuk di setiap pintu masuk telah disiapkan wastafel untuk cuci tangan . " Kami juga tugaskan pecalang dipintu masuk ini untuk melakukan pemeriksaan suhu tubuh. Panitia tidak ingin para pemedek yang hadir menghaturkan bhakti ada yang memiliki indikasi klinis . Sebelum pelaksanaan sampai saat ini dan seterusnya kami rutin melakukan penyemprotan di areal pura termasuk penterapan protokol kesehatan yang telah diajurkan pemerintah,” terangnya.
Terkait dengan tingkatan upakara, Ariawan menjelaskan, Upakara Nyatur Sari dengan bebangkit gerobong. Upakara berjalan seperti biasa saat sebelum ada pandemi covid-19 yaitu Nyatur Sari dengan bebangkit Gerobong. Sementara saat persembahyangan, prosesi diawali dengan (ngincaran) menghaturkan Puja Tri Sandya dengan tuntunan Ida Pedanda Gede Manuaba dari Grya desa Batuagung.
Sementara Bupati Artha usai melakukan persembahyangan mengatakan, pujawali Ida Bethara Pura Jagatnatha yang dilaksanakan setiap tahun pada intinya agar umat diberikan kedamaian, ketentraman dan kesehatan. ”Biarpun karya saat ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya akibat pandemi Covid-19. Tetapi melalui pelaksanaan yadnya dengan penerapan Protokol Kesehatan yang ketat ini, warga dan umat yang ada di Kabupaten Jembrana ini diberikan kedamaian, kesehatan dan dimurahkan dalam memenuhi kebutuhan baik sandang dan papannya,” terangnya. (prm).










