Teliti Tasawuf dalam Markum Sasak, Dosen UNRAM Raih Gelar Doktor Linguistik di FIB Unud

Prom Dok 2-50b30310

Fungsi tasawuf dalam wacana Markum Sasak meliputi: (1) lingkaran fungsi keindahan; (2) lingkaran fungsi kemanfaatan meliputi: memposisikan mursyid sebagai sosok penting dalam hidup, membentuk sikap adab yang baik khususnya saat berguru, menjadikan mursyid sebagai sumber ilmu, memberikan rasa tenang melalui nasihat-nasihat; nasihat untuk mencari mursyid yang arifbillah, nasihat untuk berguru dan mengaji, nasihat untuk mengenal diri, dan makrifat kepada Allah, nasihat untuk bertafakur; memberikan pelajaran tentang tahapan (maqamat) spiritual dan kondisi rohani spiritual (akhwal/haal) (3) lingkaran fungsi kesempurnaan jiwa meliputi menyucikan jiwa dari sifat sombong, menyucikan hati dari sifat mencintai dunia (hubuddunya), mengatasi sifat lalai dalam solat dan keras hati untuk mengingat Allah. Qalam Allah sebagai obat (syifa) dan petunjuk (hudan) ketenangan jiwa.

Dalam disertasinya, Aswandikari menemukan bahwa Markum Sasak merupakan tasawuf khas Sasak sebagai sistem simbol yang memiliki fungsi dan makna mengintegrasikan spiritual religius dan sosial masyarakat Sasak.

Prof. Dr. I Nyoman Weda Kusuma selaku promotor menyampaikan bahwa hasil penelitian atau disertasi promovendus merupakan hasil penelitian yang khas karena meneliti bagaimana wacana Markum Sasak mengimplementasi ajaran tasawuf yang bersumber dari Al-quran dan hadist. Ajaran tasawuf ini menitikberatkan pada aspek rohani dalam agama Islam yang merupakan pengetahuan yang mulia dan suci karena berkaitan dengan mahabbah dan ma’rifat, yakni kecintaan dan pengenalan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. (rl)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top