Tegas, Masih Banyak Tercecer Lihadnyana Jamin Semua Warga Miskin Dapat BPJS

Lihadnyana,  warga masyarakat miskin yang belum masuk Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)  akan mendapatkan jaminan kesehatan tanpa terkecuali.

SINGARAJA-fajarbali.com  | Pernyataan tegas dilakukan oleh PJ Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana yang mengatakan bahwa semua masyarakat miskin yang ada di Kabupaten Buleleng bakal terekrut dalam keikutsertaannya di PBI KIS tanpa terkecuali. Lihadnyana menuturkan dengan masih dijumpai warga masyarakat miskin yang belum masuk Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sehingga yang bersangkutan tidak tertanggung kesehatannya oleh jaminan kesehatan. Dengan adanya hal itu, Lihadnyana menegaskan kalau semua warga miskin akan mendapatkan jaminan kesehatan tanpa terkecuali.”Kalau masih ada warga miskin yang tidak mendapatkan tanggungan jaminan kesehatan pemerintah daerah akan menjamin semua warga miskin untuk diberikan jaminan kesehatan tanpa terkecuali,”tutur Lihadnyana saat mengikuti rapat di DPRD Kabupaten Buleleng beberapa hari yang lalu.

Lihadnyana memaparkan bahwa diskusi dengan DPRD yang dilakukan hari ini adalah upaya mencari solusi terbaik bagi pemenuhan layanan kesehatan di Kabupaten Buleleng. Hingga saat ini, warga miskin di Kabupaten Buleleng bisa menerima layanan kesehatan jika memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS). Serta terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Sementara masyarakat miskin yang tidak memiliki KIS dan tidak termasuk dalam DTKS belum bisa menikmati jaminan layanan kesehatan. Dengan keputusan yang ditetapkan dalam rapat  kali ini, seluruh warga miskin yang memerlukan layanan kesehatan akan ditangani. Meskipun belum memiliki KIS dan belum termasuk dalam DTKS.”Kesimpulan rapat ini bahwa masyarakat miskin apabila masuk Rumah Sakit meskipun tidak meiliki KIS, belum masuk DTKS akan dibiayai,” tegas Lihadnyana.

Sejauh ini, masih terdapat warga miskin yag tercecer. Artinya, mereka belum memiliki KIS dan masuk dalam DTKS. Sebanyak 444 masyarakat yang tercecer, menurut Lihadnyana sudah mendapatkan pelayanan. Dengan kesepakatan yang diambil dalam rapat, ketika warga miskin masuk RS, pihak RS akan menangani dan membawa data yang bersangkutan ke Dinas Sosial untuk bisa dijamin biaya kesehatannya.

Proses penanganannya akan melibatkan Pendamping Program Keluarga (PKH) Harapan yang ada di tengah-tengah masyarakat untuk langsung berkoordinasi dengan pihak desa atau kelurahan. Untuk mengkonfirmasi bahwa masyarakat tersbut memang warga miskin yang memerlukan tanggungan jaminan kesehatan. Sehingga akan dikeluarkan Surat Keterangan Miskin dan Surat Pernyataan Mutlak dari desa atau kelurahan.

“Tetap ke kantor desa, hanya tetap dilayani. Jadi misalkan ada orang jauh ke rumah sakit, Dinas sosial punya pendamping PKH di desa. Pendamping PKH yang akan berkoordinasi dengan pihak desa. Bukan berarti tidak perlu. Ini mempercepat proses dengan memanfaatkan pendamping PKH,” paparnya.

Lebih lanjut, Lihadnyana juga menyampaikan akan memenuhi secara perlahan Sumber Daya Manusia (SDM) serta sarana dan prasarana dari RS pemerintah. Khususnya RS Pratama yang dimiliki Kabupaten Buleleng. Kedepannya, diharapkan rujukan BPJS untuk masyarakat bisa diperbanyak dari puskesmas ke RS pemerintah, dibandingkan ke RS Swasta.”Itu memang SDM dan sarana prasarana RS akan kita penuhi. Yang penting harus cepat untuk orang miskin,” ucapnya.

Keputusan yang disepakati melalui rapat ini menunjukkan komitmen Pemkab Buleleng untuk memberikan pelayanan hak dasar yang terbaik bagi masyarakat. Salah satunya adalah pemenuhan hak atas layanan kesehatan. Hal yang turut menjadi penekanan Lihadnyana adalah data terkait masyarakat miskin harus didapatkan dengan akurat melalui verifikasi dan validasi. Sehingga pelayanan kesehatan terbaik yang tepat sasaran bisa diwujudkan. W – 008

 

Ida bagus Sudarsana

Next Post

Wujudkan Pelayanan Prima, RS Pratama Tanguwisia Akan Jadi BLUD

Rab Nov 23 , 2022
Sekda Kabupaten Buleleng Gede Suyasa melakukan peninjauan RSP Tanguwisia SINGARAJA – fajarbali.com| Dalam memberikan pelayanan prima khususnya dibidang kesehatan, Pemerintah Kabupaten Buleleng terus melakukan inovatif. Bukan hanya didalam penyediaan tim kesehatan yang bertugas di beberapa rumah sakit berplat merah itu namun pemerintah daerah juga melakukan peningkatan terhadap status rumah sakit […]
BULELENG, Sekda Kabupaten Buleleng Gede Suyasa melakukan peninjauwan RSP Tanguwisia-c809060c