“Teba” Modern Fishum UNR, Menginspirasi Fisipol Unihaz Bengkulu

c41ca428-60e9-4ea6-b3a1-85010ce9d505

Dipilihnya SMPN 5 Sukawati sebagai pilot project teba modren, karena Fishum dan beberapa komunitas peduli lingkungan ingin mengedukasi sejak dini tentang pengelolaan sampah. Apalagi sampah menjadi persoalan serius di Bali yang bisa saja mengancam sektor pariwisata.

Ia mengungkapkan, berdasarkan Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan, volume timbulan sampah di Bali mencapai 1,02 juta ton sepanjang 2022.

Volume sampah itu bertambah 12,22% dibanding 2021, serta menjadikan Bali sebagai provinsi dengan timbulan sampah terbanyak kedelapan di Indonesia.

Selain urusan sampah, ke depan, kedua pihak sepakat memperkuat MoA menjadi Memorandum of Understanding (MoU) bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Rencana itu juga diamini Rektorat UNR yang dihadiri wakil rektor II dan III.

 

Kedua dekan menunjukkan draft MoA usai ditandatangani.

Pada kesempatan yang sama, Henny Aprianty mengaku terkesan dengan sambutan hangat sivitas Fishum UNR. Pihaknya pun antusias memdalami teknik teba modern untuk diimplementasikan di Bengkulu.

Henny menyebut, Bengkulu juga mengalami persoalan sampah yang pelik. "Ilmu yang kami dapat di Bali akan kami komunikasikan dengan pemerintah di sana untuk diterapkan," sebutnya.

Pengelolaan sampah, lanjut Henny, hanya salah satu bagian dari program pengabdian mahasiswanya selama sharing session di Bali. Selanjutnya, Fisipol Unihaz berharap Fishum UNR segera melakukan kunjungan balasan.

"Kami sepakat MoA ini jangan hanya di atas kertas. Harus ada kelanjutan di bidang Tri Dharma. Kami sangat berharap kehadiran Fishum UNR di kampus kami," pungkas Henny.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top