Tari Rejang Renteng Meriahkan Mel Ogoh-ogoh Festival 2018

Sanur yang merupakan tolak ukur kondisi kondisi Kota Denpasar, untuk itu Wandhira yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar mengajak seluruh masyakarat yang berada di lingkungan Mel pada khususnya dan Sanur pada umumnya untuk wajib menjaga tradisi budaya yang dimiliki.

Sedangkan terkait tari Rejang Renteng, Wandhira menceritakan, awalnya pihaknya hanya menargetkan 20 penari di setiap banjar. Akan tetapi antusias PKK membludak sehingga tari ini diikuti sebanyak 150 orang. 

"Awalnya kita targetkan hanya 20 orang perbanjar, akan tetapi  nyatanya ingin lebih dari yang kita targetkan. Apresiasi luar biasa ini," paparnya.

Peserta dalam festival ini, kata Wandhira, juga akan dinilai dan akan diberikan hadiah serta penghargaan. Kendatipun demikian, lanjutnya, bukan hadiah target utamanya. Akan tetapi lebih mengarah terkait peranserta masyakarat Mel dalam menyukseskan setiap even yang diselenggarakan.

"Mudah-mudahan festival ini mampu memberikan yang terbaik baik ke masyarakat, khususnya dalam mendongkrak citra pariwisata Bali," jelasnya seraya mengatakan, disamping bentuk tontonan, dalam festival ogoh-ogoh ini terdapat nilai filosofis yang luar biasa.

"Setiap ogoh-ogoh memiliki tema yang berbeda dan memiliki nilai filosofi yang sangat baik untuk pedoman bagi generasi muda, yang bisa diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara," ujarnya sembari mengapresiasi tim yang telah bekerja keras siang dan malam untuk menyukseskan festival ini.

Festival ini sendiri dibuka oleh Perbekal Desa Sanur Kauh, Made Ada. Dimana dalam kesempatan tersebut, perbekel mengapresiasi pihak penyelenggara, yakni Banjar Tanjung. 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top