Data DLH Buleleng mencatat hampir 50 persen komposisi sampah di Buleleng merupakan sampah organik, sementara 97 persen bersumber dari rumah tangga. Karena itu, program Satgas akan difokuskan pada pengelolaan sampah organik melalui pemanfaatan teba modern, komposter, eco enzyme, hingga biopori.”Upaya ini diharapkan dapat menekan timbulan sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Bengkala sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan nilai ekonomi sampah,”ingatnya.
Selain itu, jumlah Bank Sampah Unit (BSU) di Buleleng saat ini mencapai 283 unit.”Pemkab Buleleng terus mendorong pembentukan BSU di desa adat, desa dinas, maupun satuan pendidikan, sebagai langkah strategis dalam mengedukasi masyarakat sekaligus memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber,”tutup Putra. @gus










